Posts Tagged ‘Indeks Saham’

Sudah Jenuh Beli, IHSG Berpotensi Negatif

Jakarta -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dua hari lalu melesat hingga 70 poin berkat aksi borong saham-saham unggulan. Dana asing sebesar Rp 1,2 triliun mengalir masuk lantai bursa.

Menutup perdagangan, Rabu (13/5/2014), IHSG melonjak 70,242 poin (1,43%) ke level 4.991,636. Sementara Indeks LQ45 melesat 16,992 poin (2,04%) ke level 848,573.

Wall Street kembali terkena koreksi setelah dua hari hari cetak rekor tertinggi. Jatuhnya saham-saham lapis dua menyeret pasar saham Paman Sam ke zona merah.

Pada penutupan perdagangan Kamis waktu setempat, Indeks Dow Jones jatuh 167,16 poin (1,01%) ke level 16.446,81. Indeks S&P 500 kehilangan 17,68 poin (0,94%) ke level 1.870,85. 

Kedua indeks acuan itu mengalami koreksi terdalamnya dalam satu bulan terakhir. Sementara Indeks Komposit Nasdaq turun 31,33 poin (0,76%) ke level 4.069,29.

Hari ini IHSG diperkirakan akan melemah mengingat posisinya yang sudah masuk area jenuh beli. Anjloknya Wall Street dan bursa regional diprediksi akan memberi sentimen negatif.

Pergerakan bursa-bursa regional pagi hari ini

(more…)

Wall Street Bergerak Naik,Putin Isyaratkan Berunding dengan Ukraina

investasi futures Indeks saham utama Amerika Serikat bergerak lebih tinggi pada akhir perdagangan Rabu waktu New York, atau Kamis dini hari waktu Indonesia barat. 

Dikutip dari CNBC, Kamis 8 Mei 2014, penguatan saham tersebut menyusul Ketua Federal Reserve, Janet Yellen, yang menyatakan tidak akan mengambil kebijakan apapun yang bisa mengganggu pasar. Selain itu Presiden Rusia, Vladimir Putin yang mengisyaratkan kesediaannya untuk berbicara dengan Ukraina menjadi sentimen positif bagi pasar saham.

“Kami memang memiliki kedekatan dengan Eropa, yang terjadi di sana akan berpengaruh di pasar modal. Kami berharap Rusia dan Ukraina bisa duduk berunding dalam satu meja,” ujar Peter Boockvar, Chief Market Analyst Lindsey Group.

Saham Athenahealth terus menguat setelah David Einhorn, seorang hedge fund manager mengatakan, bahwa investor telahovervalue menilai perusahaan perangkat lunak tersebut.

Dalam sebuah kongres, Janet Yellen mengatakan, pasar tenaga kerja Amerika Serikat terus membaik, tetapi tetap kurang ideal dari yang diharapkan.

“Investor melihat setiap petunjuk waktu dari kenaikan suku bunga pertama yang akan diputuskan Federal Reserve, tetapi aku berpikir Janet Yellen telah belajar untuk tidak berbicara secara spontan untuk mengambil sebuah kebijakan,” ujar Hogan, Chief Market Strategist Wunderlich Securities.

Hal tersebut mengacu pada konferensi pers yang dilakukan Janet Yellen pada Maret yang menuturkan Federal Reserve sedang berada dalam frase ‘waktu yang cukup’, terkait berapa lama Fed kemungkinan akan mempertahankan suku bunga acuan mendekati nol.

Pasar kemudian menafsirkan pernyataan Janet Yellen tersebut bahwa kenaikan suku bunga acuan bisa datang lebih cepat dari perkiraan sebelumnya. Akibatnya, pasar saham dan obligasi tersandung oleh pernyataan Janet Yellen.

Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 117,52 poin (0,7 persen) ke level 16.518,54, dengan saham UnitedHealth Group memimpin kenaikan dari 25 komponen yang naik diantara 30 komponen utama indeks Dow Jones.

Indeks S & P 500 naik 10,49 poin (0,6 persen) ke level 1.878,21, dengan saham sektor keuangan memimpin kenaikan diantara 10 kelompok industri utama penyokong indeks S & P 500.