Posts Tagged ‘Inflasi’

7 Mitos Penentu Pergerakan Harga Emas

PT.BESTPROFIT PEKANBARU – Pendiri konglomerasi multinasional Rothschild, NM Rothschild, pernah menyiratkan bahwa tak seorang pun bisa memahami harga Emas. Mantan Gubernur The Fed, Ben Bernanke, pun pernah menyuarakan pendapat yang sama. Namun kini, banyak orang mengabaikan pendapat mereka dan setiap hari berusaha menebak arah pergerakan harga Emas. Tahun ini, orang-orang itu telah dikejutkan oleh pergerakan harga Emas yang asalnya diperkirakan akan semakin anjlok, ternyata malah menampilkan performa lebih baik ketimbang aset investasi lain.gold-silver

Apa sebenarnya yang menentukan pergerakan harga Emas di masa depan? Berikut ini tujuh faktor kunci yang “katanya” menggerakkan harga logam mulia ini, dan seberapa penting faktor tersebut secara historis. (more…)

Mandiri Sekuritas: IHSG Bisa Tembus 5.100

pasar modalJakarta -Pasar saham AS ditutup menguat akhir pekan lalu, seiring membaiknya data ekonomi Paman Sam. Penguatan itu diapresiasi dengan kenaikan Dow Jones Industrial Avg sebesar +0,27% dan S&P500 sebesar +0,37%.Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dibuka menguat. Apresiasi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 di Jepang sebesar +0,38% dan KOSPI Composite di Korea Selatan +0,01%.

(more…)

April, Riau Alami Inflasi 0,08 Persen

37inflasiPEKANBARU-Badan Pusat Statistik menyatakan Provinsi Riau mengalami inflasi pada bulan April 2014 sebesar 0,08 persen. Hal itu disampaikan Kepala BPS Riau.

Menurutnya, inflasi Riau merupakan akumulasi perhitungan dari tiga kota besar. Dua kota yang mengalami inflasi, yakni Tembilahan sebesar 0,77 persen dan Kota Dumai 0,40 persen. Sementara Pekanbaru justru mengalami deflasi 0,05 persen.

Dari 23 kota di Sumatera yang menghitung Indeks Harga Konsumen (IHK), tujuh kota mengalami inflasi dan 16 kota deflasi. Inflasi tertinggi ada di Pangkal Pinang sebesar 1,57 persen, dan tempat kedua dan ketiga ditempat oleh Tembilahan dan Dumai.

“Ada Lima kelompok pengeluaran penyumbang inflasi yang mengalami kenaikan indeks paling tinggi. Yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,34 persen. Diikuti oleh kelompok kesehatan 0,28 persen, kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,27 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,09 persen, serta kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,05 persen,” terang Mawardi.

Komoditas yang memberi andil terbesar terjadi inflasi di Riau kata Mawardi antara lain bawang merah, tarif parkir, jengkol, udang basah, rokok kretek filter, susu untuk balita, dan angkutan udara. Kemudian jeruk nipis, jeruk, roti tawar, minyak goreng, beda, rokok putih, anggur, pemeliharaan kendaraan, ketela pohon, daun bawang, rendang, semangka dan pelumas.