Posts Tagged ‘Pekanbaru’

Jumlah Aset Emas Turun, Terendah 5 Tahun Ini

BESTPROFIT PEKANBARU – Sinyalemen akan memudarnya permintaan investasi emas membuat harga emas makin terperosok tajam, terkoreksi delapan kali dalam Sembilan kali sesi perdagangan terakhir ini di bursa New York.

BESTPROFIT PEKANBARU

BESTPROFIT PEKANBARU

Para manajer investasi telah memangkas proyeksi kenaikan harga emas di tahun ini. Berbagai data ekonomi AS dijadikan rujukan akan menguatnya kondisi ekonomi AS sehingga memudarkan daya pikat emas sebagai pilihan investasi bagi investor. Minggu lalu, jumlah kepemilikan exchange-traded products (ETP) Emas batangan mengalami penurunan 1.4 persen, angka terbesar di tahun 2014 ini. (more…)

Industri Rokok RI Sedang Krisis, 2,1 Juta Petani Tembakau Dilema

rokokJakarta -Industri rokok terutama Sigaret Kretek Tangan (SKT) di dalam negeri sedang krisis. Pasalnya, banyak industri SKT yang tutup, seperti dua pabrik milik PT HM Sampoerna Tbk (HMSP).Direktur Institute for Development and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati berpendapat banyaknya industri rokok skala SKT jelas membuat masa depan petani tembakau menjadi tidak jelas. Industri SKT adalah industri rokok yang paling banyak menyerap tembakau petani.
(more…)

April, Riau Alami Inflasi 0,08 Persen

37inflasiPEKANBARU-Badan Pusat Statistik menyatakan Provinsi Riau mengalami inflasi pada bulan April 2014 sebesar 0,08 persen. Hal itu disampaikan Kepala BPS Riau.

Menurutnya, inflasi Riau merupakan akumulasi perhitungan dari tiga kota besar. Dua kota yang mengalami inflasi, yakni Tembilahan sebesar 0,77 persen dan Kota Dumai 0,40 persen. Sementara Pekanbaru justru mengalami deflasi 0,05 persen.

Dari 23 kota di Sumatera yang menghitung Indeks Harga Konsumen (IHK), tujuh kota mengalami inflasi dan 16 kota deflasi. Inflasi tertinggi ada di Pangkal Pinang sebesar 1,57 persen, dan tempat kedua dan ketiga ditempat oleh Tembilahan dan Dumai.

“Ada Lima kelompok pengeluaran penyumbang inflasi yang mengalami kenaikan indeks paling tinggi. Yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,34 persen. Diikuti oleh kelompok kesehatan 0,28 persen, kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,27 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,09 persen, serta kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,05 persen,” terang Mawardi.

Komoditas yang memberi andil terbesar terjadi inflasi di Riau kata Mawardi antara lain bawang merah, tarif parkir, jengkol, udang basah, rokok kretek filter, susu untuk balita, dan angkutan udara. Kemudian jeruk nipis, jeruk, roti tawar, minyak goreng, beda, rokok putih, anggur, pemeliharaan kendaraan, ketela pohon, daun bawang, rendang, semangka dan pelumas.

1 60 61 62