Posts Tagged ‘pt best profit futures pekanbaru’

Peta Lokasi Facebook, Instagram dan WhatsApp yang Lumpuh

WhatsApp, Instagram, dan Facebook dilaporkan kembali mengalami kelumpuhan pada Minggu (14/4) sore. Keluhan netizen di seluruh dunia yang kesulitan mengakses tiga platform media sosial tersebut mewarnai lini masa.

Namun, ketiga platform ini tidak mengalami kelumpuhan sebesar bulan lalu. Berdasarkan situs down detector, negara yang paling parah mengalami kelumpuhan Facebook adalah Amerika Serikat seperti New York, Los Angeles dan San Fransisco. Kanada dan Australia pun mengalami kelumpuhan cukup banyak.

Sementara Indonesia hanya mengalami sedikit kelumpuhan dan sebagian besar terjadi di Jakarta.

Sebesar 51 persen mengalami gangguan dalam Newsfeed, 25 persen mengalami gangguan log in dan sisanya 23 persen mengalami total blackout.

Peta yang sama pun terjadi dalam gangguan Instagram. Selain Amerika, Kanada dan Asia, Eropa menjadi salah satu yang mengalami gangguan Instagram terbanyak seperti Inggris, Perancis, Spanyol dan Kroasia.

Sebesar 48 persen melaporkan mengalami gangguan dalam Newsfeed. Sedangkan 28 persen mengalami gangguan log in dan sisanya 22 persen gangguan dalam website.

Berbeda dengan Facebook dan Instagram, kelumpuhan Whatsapp paling tinggi terjadi di Indonesia, Malaysia, Singapura, Spanyol, Inggris dan Austria.

Sebanyak 41 persen mengalami gangguan dalam koneksi, 38 persen mengalami gangguan menerima dan mengirim pesan dan sisanya 19 persen mengalami gangguan log-in.

Sebelumnya, pada bulan lalu ketiga aplikasi ini pun mengalami kelumpuhan. Ketiganya mengalami kelumpuhan hampir selama 12 jam di seluruh dunia.

Pilihan redaksi
http://www.ptbestprofit.com
http://www.ptbestprofitfutures.com
http://www.pt-bestprofit.com

Importir Minta Bantuan ke ESDM Soal Pelumas Wajib SNI

Perhimpunan Distributor, Importir, dan Produsen Pelumas Indonesia (Perdippi) punya strategi selain mengajukan permohonan uji materi ke Mahkamah Agung atas regulasi pelumas otomotif wajib Standar Nasional Indonesia (SNI) yang dikeluarkan Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Sekretariat Perdippi Akmeilani menjelaskan pihaknya saat ini sedang meminta difasilitasi oleh Direktorat Jendral Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Ditjen Migas ESDM) untuk memperjuangkan NPT (Nomor Pelumas Terdaftar) tetap digunakan sebagai standar mutu pelumas.

Regulasi wajib SNI tertuang pada Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 25 Tahun 2018 yang diundangkan pada 10 September 2018 dan akan berlaku pada 18 September 2019. Saat wajib SNI berlaku maka NPT sudah tidak lagi digunakan.

Menurut Perdippi, regulasi dari Kemenperin itu menabrak berbagai aturan yang sudah ada sebelumnya. Di antaranya Keputusan Presiden Nomor 21 Tahun 2001 yang isinya dikatakan menjelaskan bahwa ESDM merupakan pemegang wewenang pengaturan mutu pelumas.

Sebelum Kemenperin mengeluarkan wajib SNI, mutu pelumas diatur dalam Keputusan Menteri (Kepmen) Pertambangan dan Energi 019K/34/M.PE/1998 tentang Wajib Daftar Pelumas Yang Beredar Di Dalam Negeri. Dalam aturan ini mengatakan setiap pelumas yang dipasarkan di Indonesia wajib memiliki NPT.

“Kami berharap masih menggunakan NPT, karena di dalamnya sudah ada SNI. Nanti akan ada pernyataan dari Ditjen Migas (ESDM). Itu induk semang kita, nah kami sudah melakukan beberapa diskusi, minta difasilitasi, koordinasi. Ya masih diperjuangkan,” kata Akmeilani saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (1/4).

Sebelumnya pada Rabu (27/3), Direktur Industri Kimia Hilir Direktorat Jenderal Kemenperin Taufiek Bawazier menjelaskan tanpa logo SNI seperti diatur dalam Permenperin 25/2018, produk pelumas tidak bisa dipasarkan.

Taufiek meyakini Kemenperin merupakan pihak yang berhak mengatur tentang wajib SNI. Dikatakan Taufiek hubungan Kemenperin dan ESDM baik-baik saja secara konstitusional.

Pilihan redaksi
http://www.ptbestprofit.com
http://www.ptbestprofitfutures.com
http://www.pt-bestprofit.com

“Perlu diingat, di Undang-Undang migas hingga PP turunannya itu menyebutkan jelas di klausul. Jadi namanya pelumas dan produk-produk pertrokimia itu bukan domain ESDM, itu pembinaannya dari Kementerian Perindustrian dan di UU Nomor 3 Tahun 2014 tentang perindustrian, yang punya otoritas melakukan SNI wajib adalah Menteri Perindustrian. Ini jelas, artinya tidak perlu dimasalahkan lagi,” ucap Taufiek.

Sepanjang Pekan Lalu, Minyak Tertekan Kelebihan Pasokan

PT.Bestprofit – Harga minyak mentah dunia merosot sepanjang pekan lalu. Tekanan harga minyak mentah dipicu oleh kekhawatiran terhadap melambatnya laju pertumbuhan ekonomi dunia di tengah membanjirnya pasokan global.

Dilansir dari Reuters, Senin (31/12), harga minyak mentah berjangka Brent merosot tiga persen menjadi US$52,2 per barel secara mingguan. Harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) juga merosot hampir 0,4 persen menjadi US$45,33 per barel.

Kedua harga acuan telah menurun selama tiga pekan berturut-turut. Pada Jumat (28/12) lalu, harga minyak mentah dunia sedikit menajak.

Pelaku pasar menilai penguatan dipicu oleh reli di pasar modal AS. Sebagai catatan, harga minyak bergerak paralel dengan kinerja pasar saham. Keduanya mengalami perdagangan yang bergejolak sepanjang pekan lalu.

Pada awal pekan lalu, harga minyak mentah sempat tertekan ke level terendah dalam 1,5 tahun terakhir. Tahun ini, harga minyak dunia telah merosot lebih dari 20 persen akibat kenaikan pasokan.

Di AS, Badan Administrasi Informasi Energi AS (EIA) mencatat persediaan minyak mentah menurun sebesar 46 ribu barel pada pekan yang berakhir 21 Desember 2018. Angka tersebut lebih rendah dari perkiraan para analis yang mengira stok minyak AS bakal menurun 2,9 juta barel.

Sementara, stok bensin AS naik 3 juta barel, jauh di atas perkiraan analis yang hanya berkisar 28 ribu barel.

Pilihan redaksi
http://www.ptbestprofit.com
http://www.ptbestprofitfutures.com
http://www.pt-bestprofit.com

Presiden Ritterbusch and Associates Jim Ritterbusch menilai data terbaru stok AS gagal mendorong lebih banyak ketertarikan pelaku pasar untuk melakukan aksi beli. “Kendati demikian, kami melihat data tersebut sebagai pendukung harga dengan kenaikan pasokan bensin sebesar 3 juta barel,” ujarnya.

Perusahaan layanan energi Baker Hughes mencatat perusahaan minyak AS menambah dua rig pada pekan yang berakhir 28 Desember 2018. Penambahan rig merupakan indikasi produksi di masa mendatang.

AS telah menanjak menjadi produsen minyak terbesar di dunia tahun ini dengan produksi mencapai 11,6 juta barel per hari (bph). Angka produksi tersebut melampaui Arab Saudi dan Rusia yang angka produksinya juga menyentuh rekor tertinggi untuk tahun ini.

Karenanya, bulan ini, Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, termasuk Rusia sepakat untuk memangkas produksinya sebesar 1,2 juta bph atau setara dengan 1 persen konsumsi global. Pemangkasan tersebut akan berlaku mulai Januari 2019.

Pada Kamis (27/12) lalu, Menteri Energi Rusia Alexander Novak menyatakan Rusia akan memangkas produksinya sekitar tiga juta hingga lima juta ton pada paruh pertama 2019 sebagai bagian dari kesepakatan tersebut.

Novak juga menilai kesepakatan dengan OPEC juga dilatarbelakangi oleh keputusan AS memberikan pengecualian terhadap sejumlah negara terkait pemberlakuan sanksi Iran. Sebelumnya, AS memberlakukan sanksi terhadap ekspor perminyakan Iran mulai November lalu.

Data pemerintah dan pelacakan pengiriman mencatat impor minyak mentah Iran oleh sejumlah negara konsumen utama di Asia pada November lalu tertekan ke level terendah untuk lebih dari lima tahun terakhir.

1 2 3 70