Posts Tagged ‘PT Best Profit’

Hujan Lebat Hingga Jumat, Pantau Banjir Lewat Petabencana.id

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah memprediksi mulai tanggal 19-21 Februari 2020 beberapa wilayah di Indonesia berpotensi terjadi hujan lebat disertai angin kencang.

Terbukti pada Rabu (19/2) sore kemarin curah hujan cukup tinggi hingga Kamis (20/2) siang. Sebetulnya pemerintah sudah menyediakan sejumlah platform untuk bisa memantau dan melaporkan jika terjadi banjir.

Salah satunya situs Petabencana.id yang dibuat oleh Yayasan Peta Bencana bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Selain itu Yayasan Peta Bencana juga bermitra dengan Pacific Disaster Center dan Humanitarian OpenStreetMap Team.

Situs ini menampilkan peta rawan bencana secara real time. Peta cukup mudah dibaca karena seolah seperti melihat peta di Waze atau Google Map. Peta mudah untuk digeser atau diperbesar dan diperkecil.

Warna kuning untuk menandai kedalaman air antara 10-70 cm. Cokelat untuk ketinggian air 70-150 cm, dan merah untuk kedalaman di atas 150 cm.

Warga tidak hanya dapat memantau bencana yang tengah berlangsung, namun warga juga bisa melaporkan jika terjadi bencana di daerah mereka.

Caranya:

1. Buka situs Petabencana.id
2. Lalu klik kolom “Cari”, terdapat tiga opsi yaitu Laporkan, Legenda, dan Tentang. Klik “Laporkan”.
3. Ada tiga cara melaporkan bencana yang disediakan, Laporan Lewat Twitter (@petabencana.id), Laporan Lewat Telegram, dan Laporan Lewat Aplikasi Lokal (Qlue, PasangMata, dan Z-Alert).

Prediksi BMKG sendiri terkait potensi hujan lebat mulai 19 hingga 21 Februari 2020.

Berdasarkan data prakiraan BMKG, hari ini hujan lebat disertai angin kencang berpotensi terjadi di wilayah:

1. Sumatera Barat
2. Jambi
3. Sumatera Selatan
4. Jawa Barat
5. Jabodetabek
6. Yogyakarta
7. Bali
8. Nusa Tenggara Barat
9. Nusa Tenggara Timur
10. Jawa Timur
11. Kalimantan Barat
12. Kalimantan Selatan
13. Maluku
14. Papua

Sementara untuk esok hari, Jumat (21/2), wilayah yang berpotensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir antara lain:

1. Sumatera Barat
2. Jambi
3. Sumatera Selatan
4. Jawa Barat
5. Jabodetabek
6. Yogyakarta
7. Nusa Tenggara Barat
8. Nusa Tenggara Timur
9. Jawa Timur
10. Kalimantan Barat
11. Kalimantan Selatan
12. Maluku
13. Papua

Dana dan LinkAja Bakal Susul Gopay Buat Fitur Bayar SPP

LinkAja dan Dana mengaku sedang menggodok fitur untuk memudahkan pembayaran Sumbangan Pembinaan Sekolah (SPP) serupa Gopay. Hal ini menanggapi layanan pembayaran digital Gojek, Gopay, yang menyediakan fitur untuk memudahkan pembayaran sekolah.

Chief Communications Officer Dana, Chrisma Albandjar menjelaskan saat ini pihaknya sedang mengembangkan fitur & kapabilitas untuk kebutuhan SPP di universitas.

“Dana saat ini sedang sedang menjajaki kerja sama dengan beberapa Universitas di Indonesia, selain kerja sama sebagai metode pembayaran,” ujar Chrisma saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (18/2).

Chrisma menjelaskan fitur pembayaran SPP ini bukan atas ajakan Kemendikbud, melainkan berdasarkan inisiatif platform pembayaran digital tersebut.

Lebih lanjut, Chrisma menjelaskan Dana dikembangkan dengan konsep open platform sehingga bisa diakses dan digunakan oleh semua pelaku kegiatan ekonomi, termasuk sekolah/universitas dan berbagai ekosistem lainnya. Konsep ini dilakukan untuk mendorong inklusi keuangan digital di Indonesia.

Terkait konsep ini, ia meminta agar pembayaran SPP juga turut mengandung konsep open platform agar semua platform pembayaran digital juga bisa turut ikut serta dalam pembayaran SPP.

 

 

“Kami tekankan open platform. Yang penting tidak eksklusif karena akan batasi masyarakat untuk mendapat kemudahan dalam menggunakan digital sebagai metode pembayaran,” kata Chrisma.

Dihubungi terpisah, Head Corcomm LinkAja, Putri Dianita Ruswaldi juga menjelaskan LinkAja juga masih dalam tahap penjajakan dengan sekolah maupun universitas. LinkAja telah bisa digunakan oleh mahasiswa di 25 universitas sebagai sarana pembayaran di kantin.

“Saat ini LinkAja masih dalam proses untuk kerja sama pembayaran SPP di 45 kampus dan sekolah,” kata Putri.

Sebelumnya, Gopay mengumumkan bahwa para orang tua dan wali murid kini dapat membayar SPP dan biaya pendidikan lain seperti buku, seragam, dan kegiatan ekstrakurikuler dengan Gopay.

Pembayaran dapat dilakukan melalui aplikasi Gojek di fitur GoBills. Saat ini ada sekitar 180 lembaga pendidikan seperti pesantren, madrasah, sekolah dan tempat kursus di Indonesia yang telah terdaftar di GoBills.

Gopay adalah layanan pembayaran digital besutan Gojek. Sebelum diangkat menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di kabinet kerja Joko Widodo, Nadiem Makarim merupakan pendiri Gojek.

DPR Pertanyakan Utang BUMN Karya yang Minim Untung

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Komisi VI menyoroti utang berbagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) karya yang bergerak dalam bidang konstruksi sarana dan prasarana. Meski dibanjiri proyek-proyek pembangunan prioritas Presiden Joko Widodo (Jokowi), namun laporan keuangan perusahaan-perusahaan plat merah tersebut minim untung.

Kritik ini disampaikan pada rapat dengar pendapat antara Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Komisi VI dan lima perusahaan BUMN Karya yaitu PT Wijaya Karya (Persero), PT Hutama Karya (Persero), PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, dan PT PP (Persero) Tbk.

“Di era kepemimpinan Pak Jokowi proyek infrastruktur ini sangat banyak tapi kok utang tumbuh dua kali lipat bahkan lebih?” tutur anggota DPR Komisi VI fraksi Golkar Lamhot Sinaga pada Senin, (17/2).


Menurut Lamhot rasio utang yang kian bertambah diterjemahkan sebagai rambu kuning. Dia khawatir utang BUMN Karya yang terus menggunung akan mengakibatkan gagal bayar yang harus dipikul oleh negara nantinya.

PT Waskita Karya (Persero) Tbk melaporkan kenaikan utang signifikan dari Rp75,14 triliun pada 2017 menjadi Rp95,50 triliun pada tahun 2018. Sementara, perusahaan mencatatkan kenaikan tipis atas pendapatan usaha yaitu Rp3,39 triliun pada tahun 2018 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Tren senada juga terjadi pada PT Wijaya Karya (Persero), perseroan melaporkan kenaikan utang 2019 sebesar Rp42,75 triliun dari Rp42,02 triliun pada 2018. Sementara, penjualan menurun dari capaian Rp31,16 triliun pada 2018 menjadi Rp27,77 triliun pada 2019.

Di kesempatan yang sama, Lamhot mengingatkan para jajaran direksi perusahaan BUMN Karya untuk segera melunasi tunggakan utang kepada vendor lokal yang masih belum dilunasi.

“BUMN (Karya) ini banyak berutang pada pengusaha-pengusaha lokal, pengusaha kecil contohnya pembangunan di Samosir yang nilainya sangat besar, padahal dibiayai APBN tapi kok bisa perusahaan kecil sejak satu sampai dua tahun tak dibayar?” paparnya di hadapan dirut kelima perusahaan plat merah tersebut.

Dia meminta tunggakan kepada perusahaan lokal tersebut dapat segera dilunasi sebab tak hanya merusak citra perusahaan negara namun dirinya menilai tunggakan tersebut akan menahan laju pertumbuhan perekonomian daerah.

1 2 3 4 222