Posts Tagged ‘PT Best Profit’

Rupiah akan lebih dipengaruhi faktor eksternal

Petugas menghitung mata uang rupiah pecahan Rp100.000 di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Jumat (16/10). Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup pada level Rp13.540 per dolar AS, melemah 0,91 persen atau 122 poin dari penutupan sebelumnya. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/aww/15.

PT Bestprofit Futures | Rupiah akan lebih dipengaruhi faktor eksternal

PT Bestprofit Futures Pekanbaru – JAKARTA. Nilai tukar rupiah melemah tipis pada perdagangan Jumat. Namun mata uang Garuda berpeluang menguat terhadap dollar Amerika Serikat (AS) di awal pekan ini. Di pasar spot, Jumat, rupiah melemah 0,11% terhadap dollar AS menjadi 13.118. Mengacu kurs tengah Bank Indonesia, rupiah terkoreksi 0,05% menjadi 13.120.

Resti Aviadinie, analis tresuri Bank BNI, menilai, pergerakan rupiah lebih dipengaruhi sentimen dari AS. Presiden The Fed San Francisco John Williams menyatakan, The Fed harus menaikkan suku bunga tahun ini. “Hal tersebut menjadi sentimen positif bagi dollar,” ungkap Resti. Yulia Safrina, Research and Analyst PT Monex Investindo Futures, sependapat, faktor eksternal lebih dominan.

Sedangkan dari dalam negeri masih minim sentimen. Senin, Resti memprediksi, peluang rupiah menguat masih ada. Terutama, ini terjadi jika data neraca perdagangan Indonesia memberikan hasil positif. Namun, ada pula potensi pelemahan rupiah, sebab BI rate diperkirakan turun. Resti memprediksi, rupiah bergerak di 13.100–13.150. Yulia memperkirakan, di 13.070–13.170.

Manajer investasi mengubah strategi reksadana pasar uang seiring tren suku bunga rendah. Salah satunya, PT Henan Putihrai Asset Management yang memperbesar porsi obligasi jangka pendek sebagai aset dasar reksadana HPAM Ultima Money Market kelolaannya.

Senior Vice President Head Business Development PT Henan Putihrai Asset Management Reza Fahmi Riawan mengatakan pihaknya lebih agresif dan selektif memilih obligasi menyusul turunnya suku bunga deposito.

 

Sumber : http://investasi.kontan.co.id/news/rupiah-akan-lebih-dipengaruhi-faktor-eksternal

Waspada, IHSG masih rawan koreksi

Direktur Indo Premier Investment Management, Ernawan R. Salimsyah memaparkan reksadana ETF LQ-45 pada peluncuran reksadana Bank Sinarmas di Jakarta, Senin (17/6). Bank Sinarmas melakukan peluncuran Reksadana Premier ETF LQ-45 yang diperdagangkan di bursa dan dapat dibeli para nasabah melalui 329 kantor cabang di 143 kota di Indonesia. ANTARA FOTO/Wahyu Putro/Koz/Spt/13.

PT Bestprofit Futures | Waspada, IHSG masih rawan koreksi

PT Bestprofit Futures Pekanbaru – JAKARTA. Mengawali pekan ketiga di bulan Agustus, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diprediksi akan menguat. Akhir pekan lalu, IHSG melorot 0,77% ke 5.377,20. IHSG masih diwarnai oleh aksi beli asing sekitar Rp 682,4 miliar.

Tasrul, analis KDB Daewoo Securities, mengatakan, dari hasil optimalisasi indikator money flow index dan indikator William%R, IHSG masih tertekan dalam kisaran terbatas. Indeks berada sekitar support trendline dengan volume transaksi di bawah rata-rata. Dia memprediksi, IHSG hari ini berada di rentang level 5.364-5.440.

Deky Rahmat Sani, analis NH Korindo Securities, memprediksi, IHSG pada hari ini akan bergerak menguat pasca pelemahan yang terjadi hampir sepanjang pekan lalu. Indeks berpeluang kembali ke level psikologis 5.400.

Deky memperkirakan, IHSG hari ini berada di rentang support 5.354-5.322 dan resistance 5.426 – 5.458. Sementara Satrio Utomo, Kepala Riset Universal Broker Indonesia, memprediksi, IHSG hari ini akan konsolidasi cenderung terkoreksi dan bergerak di rentang 5.350-5.425. Saham-saham yang bisa dicermati pada perdagangan Senin adalah BBNI, ACES, JSMR, PWON.

Saham-saham top gainers indeks LQ 45 pagi ini di antaranya: PT Hanson International Tbk (MYRX) naik 3,65% menjadi Rp 142, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik 2,42% menjadi Rp 635, dan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) naik 1,86% menjadi Rp 2.740.

Sedangkan posisi top losers indeks LQ 45 ditempati oleh saham-saham: PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun 2,27% menjadi Rp 5.375, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) turun 1,79% menjadi Rp 1.650, dan PT Global Mediacom Tbk (BMTR) turun 1,74% menjadi Rp 845.

 

Sumber : http://investasi.kontan.co.id/news/waspada-ihsg-masih-rawan-koreksi

Jumlah saham bergerak tak wajar meningkat

Suasana perdagangan saham di Lantai Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. KONTAN/Muradi/2016/08/09

PT Bestprofit Futures | Jumlah saham bergerak tak wajar meningkat

 

PT Bestprofit Futures Pekanbaru – JAKARTA. Jumlah saham yang bergerak tidak wajar alias masuk kategori unusual market activity (UMA) terus meningkat di tahun ini. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, hingga pertengahan Agustus 2016, ada 77 kali pergerakan saham yang masuk radar UMA.

Jumlah tersebut meningkat lebih dari 100% dibandingkan periode sama tahun lalu, yakni hanya 34 kali. Bahkan, pergerakan saham yang masuk UMA sepanjang 2015 hanya 60 kali. Dari jumlah UMA sebanyak 77 kali, BEI menyatakan sebagian besar terjadi lantaran ada peningkatan harga saham.

Adapun pengumuman UMA akibat penurunan harga saham hanya 11 kali. Sektor yang paling banyak masuk radar UMA adalah saham pertambangan dan keuangan. Direktur Pengawasan dan Kepatuhan BEI Hamdi Hassyarbaini menjelaskan, kenaikan UMA mengindikasikan aktivitas transaksi di pasar saham meningkat. “Ini berarti bagus. Likuiditas meningkat, frekuensi juga naik,” kata dia, akhir pekan lalu.

ini, frekuensi transaksi harian di BEI sudah meningkat daripada tahun sebelumnya. Jadi, kata Hamdi, wajar apabila tahun ini terjadi kenaikan jumlah UMA. Akhir pekan lalu, frekuensi transaksi saham mencapai 272.316 kali. Sebelumnya, frekuensi pernah menyentuh rekor, yakni 377.000 kali Juli lalu. Selama Januari-Juli 2016, rata-rata frekuensi transaksi harian di BEI mencapai 248.000 kali. Jumlah ini naik 11,71% ketimbang transaksi tahun lalu 222.000 kali.

Hamdi menegaskan, pertumbuhan jumlah UMA bukan karena faktor goreng-menggoreng saham. Hal itu terjadi seiring frekuensi dan nilai transaksi yang naik sehingga akan membawa dampak positif ke bursa saham. Oleh karena itu, ia menekankan kenaikan jumlah UMA tidak bisa disimpulkan bahwa kondisi pasar semakin jelek. Apalagi pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan pelanggaran. UMA hanya sebagai peringatan kepada investor bahwa harga suatu saham yang tengah diawasi berbeda dari biasanya.

Hans Kwee, Direktur Investa Saran Mandiri, menilai, kenaikan jumlah UMA mengindikasikan dua hal. Pertama, kondisi pasar semakin bergairah. Kedua, otoritas bursa bekerja efektif. “Artinya likuiditas di pasar meningkat dan otoritas bursa bekerja dengan baik mengawasi saham-saham,” kata dia, Minggu. Menurut Hans, penetapan UMA tahun ini lebih banyak lantaran harga meningkat. Itu terjadi karena akhir-akhir ini kondisi pasar lebih likuid. Apalagi, ada banyak sentimen positif di dalam negeri, seperti pengembangan infrastruktur dan kebijakan tax amnesty.

 

Sumber : http://investasi.kontan.co.id/news/jumlah-saham-bergerak-tak-wajar-meningkat

1 234 235 236 237 238 256