Posts Tagged ‘PT Best Profit’

NASA Rekam Penampakan Kebakaran Hutan Amazon

Kebakaran hutan yang menimpa hutan Amazon sejak beberapa pekan terakhir tertangkap foto citra satelit Badan Luar Angkasa Amerika Serikat (NASA).

Pada gambar yang dirilis tampak gumpalan putih menyerupai awan. Saat diperjelas gumpalan putih tersebut merupakan asap kebakaran hutan.

Pengamatan satelit pada 16 Agustus 2019 menunjukkan aktivitas api yang merambah ke lembah Amazon yang berada ‘sedikit ke bawah rata-rata jika dibandingkan 15 tahun terakhir’. Aktivitas di area Amazonas dan pada tingkat lebih rendah di Rondonia terhitung mengalami peningkatan.

Mengutip Cnet, NASA mencatat asap yang dihasilkan dari kebakaran hutan Amazon cukup banyak sehingga bisa tertangkap foto citra satelit.

Untuk menangkap gambar ini, NASA menggunakan Module Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS) yang disematkan pada satelit Aqua NASA.

Selain NASA, lembaga nasional penelitian luar angkasa Brasil (INPE) juga mencatat ada lebih dari 74 ribu titik api yang tersebar di area hutan hujan Amazon. Kebakaran hutan kali ini terhitung sebagai yang terparah sejak 2013.

Dilansir Fox News, program observasi Bumi milik Uni Eropa, Copernicus juga merilis hasil foto citra satelit Sentinel 2 dan 3. Gambar tersebut menunjukkan kondisi hutan yang tertutup asap putih dan kabut gelap di area yang terdampak kebakaran hutan pada 14 Agustus lalu.

Sentinel 2 juga menangkap foto sebelum dan sesudah kebakaran di area selatan Corumba yang berbatasan langsung dengan Paraguay dan Bolivia. Pada 15 Agustus terlihat hutan tampak cerah dan penuh warna hijau pepohonan. Sementara kondisi sebaliknya pada 20 Agustus hutan Amazon tampak tertutup asap.

INPE mencatat kebakaran parah Amazon tahun ini tidak dapat dikaitkan begitu saja dengan kondisi alam yakni musim kemarau yang kering dan panas pada Agustus.

Tukar Menukar Data Nasabah Fintech Berlaku Mulai Tahun Depan

Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mengatakan kegiatan tukar menukar data peminjam bisa dilakukan seluruh perusahaan teknologi berbasis finansial (fintech peer-to-peer lending) tahun depan. Saat ini, kegiatan tukar-menukar data sedang dalam tahap uji coba hingga akhir tahun.

Ketua Umum AFPI Adrian Gunadi mengatakan kegiatan tukar menukar data peminjam dimungkinkan setelah asosiasi mengembangkan Pusat Data Fintech Lending, atau disingkat pusdafil. Saat ini, sudah ada enam perusahaan peer-to-peer lending yang tengah mengujicobakan Pusdafil.

“Sekarang memang ada enam platform yang sharing data terkait debitur di pusat data fintech, dan kami harap sampai akhir tahun ini bisa terus diperbanyak anggotanya. Dan nanti secara sistem, sudah full up and running di 2020,” jelas Adrian, Kamis (22/8).

Menurut dia, jenis-jenis data yang bisa bisa dipertukarkan yakni Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan kolektibilitas kredit. Ia menjamin, Pusdafil tidak akan spesifik menyimpan nama-nama nasabah.

Kemudian, pelaku usaha juga melakukan uji coba atas keamanan sistem penyimpanan data. Ini mengingat jumlah perusahaan fintech pembiayaan sudah cukup melimpah. Dirinya mencatat, perusahaan yang tergabung dalam APFI sebesar 117 perusahaan ditambah dengan tujuh perusahaan yang sudah mengantongi izin OJK.

Dengan demikian, di dalam uji keamanan, asosiasi meminta bantuan pihak ketiga untuk melakukan sertifikasi tersebut. “Karena ini cukup banyak, jadi yang perlu disempurnakan adalah sistem kapasitasnya terlebih dulu,” papar dia.

Menurut Adrian, pusat data terintegrasi perlu dibentuk untuk mencegah satu nasabah meminjam ke banyak perusahaan fintech peer-to-peer. Bahkan, hal ini bisa memperberat rasio pembiayaan bermasalah (Non Performing Finance/NPF) perusahaan jika rekam jejak nasabah tersebut juga buruk.

Demi memperketat pengawasan terhadap nasabah, rencananya Pusdafil ini bisa diintegrasikan ke data milik perbankan atau bahkan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) milik Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Jadi perbankan pun harusnya bisa akses data (nasabah) tersebut untuk melihat profil dari calon debitur misalnya. Namun, untuk tahap menuju ke situ sebenarnya tergantung dari masing-masing. Kami belum pada tahap diskusi seperti itu tapi setidaknya pekerjaan rumah kami tahun ini memastikan bahwa sistem itu sudah ready,” pungkasnya.

Data OJK per Juni menunjukkan bahwa menyalurkan pinjaman melalui fintech mencapai Rp44,81 triliun atau naik 9,18 persen dari bulan sebelumnya Hanya saja, rasio kredit bermasalahnya pun ikut naik dari 1,57 persen menjadi 1,75 persen. Rasio NPL ini dihitung dari rasio pinjaman fintech yang macet di atas 90 hari.

Insentif Mobil Listrik Diharap Bikin Kesenjangan Harga Turun

Pemerintah berharap sejumlah insentif yang diberikan untuk industri kendaraan listrik akan menurunkan kesenjangan antara harga mobil listrik dan mobil konvensional. Selisih yang semula mencapai 40 persen didorong turun menjadi hanya 10 persen-15 persen.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menjelaskan salah satu insentif yang diberikan berupa Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) bagi pemilik mobil listrik. Beleid akan lebih rinci dijelaskan dalam Peraturan Presiden (PP).

“Untuk PPnBM perlu ada revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 41 Tahun 2013. Kami masih menunggu revisi itu. Teknisnya ada di PP,” ucap Airlangga, Kamis (15/8).

Diketahui, saat ini aturan kendaraan listrik tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan.

Sementara itu, untuk aturan PPnBM diatur dalam PP Nomor 41 Tahun 2013 tentang Kelompok Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah berupa Kendaraan Bermotor yang Dikenai Pajak Penjualan atas Barang Mewah.

Selain insentif PPnBM, pemerintah juga akan memberikan insentif lain, seperti bea masuk impor mesin, pembebasan atau pengurangan pajak pusat dan daerah. Bahkan, adapula bea masuk yang ditanggung pemerintah atas impor bahan baku dan bahan penolong.

Kemudian, pemerintah akan memberikan insentif nonfiskal. Namun, Airlangga belum merinci kemudahan apa saja yang akan diberikan bagi pengguna mobil listrik.

“Lalu untuk di daerah juga bekerja sama dengan gubernur, saya sudah bicara dengan Gubernur DKI Jakarta dan Bali. Jadi daerah itu untuk pilot project (penggunaan mobil listrik),” ujarnya.

Hanya saja, ia lagi-lagi urung menjelaskan detail insentif yang akan diberikan melalui pemerintah daerah (pemda). Ia hanya memberikan contoh di Finlandia dan Norwegia, di mana mobil listrik diberikan keistimewaan untuk masuk jalur bus.

“Jadi insentif mobil listrik macam-macam,” pungkas dia.

1 2 3 4 5 153