Posts Tagged ‘PT.BESTPOFIT FUTURES’

Harga Emas Antam Stagnan di Rp753 Ribu per Gram

Harga jual emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) berada di posisi Rp753 ribu per gram pada Selasa (17/9) atau stagnan dari Senin (16/9). Sementara itu, harga pembelian kembali (buyback) turun Rp1.000 dari Rp676 ribu ke Rp675 ribu per gram pada hari ini.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp401 ribu, 2 gram Rp1,45 juta, 3 gram Rp2,16 juta, 5 gram Rp3,58 juta, 10 gram Rp7,1 juta, 25 gram Rp17,65 juta, dan 50 gram Rp35,23 juta. Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp70,4 juta, 250 gram Rp175,75 juta, 500 gram Rp351,3 juta, dan 1 kilogram Rp702,6 juta.

Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

Berdasarkan acuan perdagangan internasional pasar Commodity Exchange COMEX, harga emas justru terkoreksi 0,43 persen ke US$1.505 per troy ons pada pagi ini. Namun, harga emas di perdagangan spot justru menguat tipis 0,06 persen ke US$1.499,4 per troy ons.

Analis sekaligus Direktur Utama Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi memperkirakan harga emas masih cenderung terjaga pada hari ini. Meski, potensi pelemahan tetap ada.

Ia memperkirakan harga emas di pasar internasional akan bergerak di rentang US$1.491,3 sampai US$1.510,7 per troy ons. Sentimen yang mempengaruhi pergerakan harga emas masih berasal dari ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Ketegangan dipicu oleh serangan terhadap fasilitas minyak Arab Saudi, sehingga mengurangi pasokan sekitar lima persen dari total pasokan global. “Ketegangan membuat harga minyak melonjak hingga 20 persen dan mempengaruhi harga emas,” katanya

Kemudian, sentimen juga muncul dari eksepektasi pasar terhadap penurunan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve dan bank sentral Jepang, Bank of Japan (BoJ). Terakhir, terpengaruh pada kelanjutan perang dagang AS dan China.

Papua Nugini Terjunkan Tim Penyelamat ke Lokasi Gempa

Gempa dengan magnitudo 7.5 mengguncang wilayah perairan dekat Kokoro, Papua Nugini pada Selasa (14/5) malam waktu setempat. Setelah sempat memicu peringatan tsunami yang akhirnya dicabut, kini tim penyelamat sedang berusaha menaksir tingkat kerusakan dan korban.

Sejauh ini belum ada laporan terkait korban akibat insiden gempa, tetapi para petugas sedang mencari informasi mengenai penduduk yang tinggal di luar perkotaan, seperti dilansir Reuters, Rabu (15/5).

Petugas penanggulangan bencana akhirnya mengirimkan tim bantuan ke provinsi New Britain, Papua Nugini.

Pengiriman tim bantuan dimaksudkan untuk memantau kondisi penduduk di area terpencil yang menjadi korban atau mengalami kerusakan akibat gempa dahsyat yang mengguncang wilayah tersebut.

Menurut penuturan koordinator Kantor Penanggulangan Bencana Papua Nugini, Don Tokunai, sampai saat ini belum ada informasi terkait korban luka ataupun tewas.

“Kami sedang melakukan pemantauan mulai pagi ini,” ujar Tokunai kepada Reuters.

“Kami telah meminta semua tim respons distrik untuk kembali pukul 14.00,” tambahnya.

Pusat gempa ada di lepas pantai dengan jarak 50 kilometer dari timur Rabaul, dengan kedalaman sekitar 10 kilometer dan terjadi sebelum pukul 23.00 waktu setempat.

Tokunai juga mengatakan tak lama setelah gempa, sejumlah penduduk yang tinggal di pulau serta di pantai barat Irlandia Baru melaporkan air laut sempat surut, tetapi tidak ada gelombang tsunami.

“Mereka mengatakan baru saja bangun tidur dan sempat merasakan guncangan, tapi mereka masih baik-baik saja di sana,” ujar Tokunai.

Sedangkan menurut penuturan Sersan Frank Kilaur, gempa yang terjadi sangatlah dahsyat dan berhasil mengguncang seluruh wilayah.

“Saat ini kami belum menerima laporan apapun terkait kerusakan. Kami baik-baik saja di sini,” tambahnya.

Pusat Peringatan Tsunami Pasifik sempat melaporkan peringatan gelombang tsunami yang bisa mencapai jarak hingga 1,000 kilometer dari pusat gempa di sepanjang pantai Papua Nugini dan Pulau Solomon. Namun, akhirnya peringatan itu dicabut.

Papua Nugini secara geologi memang terletak di sekitar zona Cincin Api Pasifik yang sangat aktif dalam fenomena seismik dan vulkanik. Negara tersebut saat ini masih dalam pemulihan setelah sempat dilanda gempa berkekuatan 7.5 SR pada Februari 2018 yang menewaskan setidaknya 100 orang.

Tak Saling Ancam, Bank dan Fintech Pilih Kolaborasi

Industri perbankan mengaku tak merasa terancam dengan keberadaan perusahaan teknologi keuangan (fintech) di bidang pinjam meminjam (peer to peer lending/P2P).

Wakil Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Arman Hartono menilai fintech bukan kompetitor perbankan. Pasalnya, segmen antara fintech dan perbankan berbeda sehingga bank tidak kehilangan perannya.

“Bagi kami tidak (menjadi kompetitor) karena sebuah perusahaan hanya bisa fokus di 1-2 segmen tertentu saja,” ujar Arman saat menghadiri CNBC Indonesia VIP Forum bertajuk “Banking & Fintech: Inovasi dan Peran Digital Dorong Inklusi Keuangan” di Hotel Indonesia Kempinski, Kamis (9/5).

Senada dengan Arman, alih-alih berkompetisi, perbankan lebih memilih berkolaborasi dengan fintech.

“Semua fintech yang maju tidak mungkin maju sendiri. Kolaborasi harus dilakukan,” ujar Direktur Konsumer Bukopin Rivan Purwantono di tempat yang sama.

Salah satu kolaborasi yang dilakukan misalnya antara Bukopin dengan start-up fintech di sektor pertanian TaniHub. Dalam kolaborasi tersebut, perusahaannya ikut berperan dalam membangun komunitas.

Kolaborasi juga menghindari upaya saling menjatuhkan antara bank fintech. Dalam hal ini, fintech dapat menjadi perpanjangan tangan institusi keuangan untuk menjangkau masyarakat yang belum tersentuh oleh perbankan. Di saat bersamaan, bank tetap bisa menjalankan fungsi perantara keuangan.

“Selama menyadari kolaborasi menjadi kekuatan maka kanibalisme tidak akan terjadi,” ujarnya.

Pilihan redaksi
http://www.ptbestprofit.com
http://www.ptbestprofitfutures.com
http://www.pt-bestprofit.com

Wakil Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Sunu Widyatmoko menambahkan sejak dua tahun terakhir kolaborasi antara fintech dan perbankan terus dilakukan. Pada akhirnya, teknologi yang digunakan fintech bukan sesuatu yang menakutkan tetapi hanya alat untuk membantu mempermudah transaksi keuangan masyarakat.

“Ke depan spiritnya kami akan berkolaborasi semakin erat antar bank dan fintech,” ujarnya.

1 6 7 8 9