Posts Tagged ‘PT Bestprofit’

Pertamina Gandeng Korea Bangun Kilang Dumai Senilai Rp22 T

PT Pertamina (Persero), PT Nindya Karya (Persero), dan konsorsium perusahaan Korea menandatangani pengembangan proyek RDMP Unit Pengolahan II Dumai. Proyek kilang Dumai tersebut bernilai US$1,5 miliar atau setara Rp22 triliun (kurs Rp14.660 per dolar AS).

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan kilang Dumai dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas produksi minyak dan bahan bakar minyak dalam negeri.

“Sehingga, akan mengurangi ketergantungan impor minyak Indonesia yang diharapkan mampu mengatasi defisit transaksi berjalan ke depan,” ujarnya mengutip Antara, Jumat (22/5).

Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan oleh Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina Ignatius Tallulembang, Direktur Utama Nindya Karya Haedar Karim, dan konsorsium Korea diwakili oleh Chairman DH Global Holdings Co. Ltd. Jung Sam Seung, serta disaksikan secara virtual oleh Bahlil.

Menurut Bahlil, inisiatif kerja sama diprakarsai dari kunjungannya ke Korea Selatan pada akhir tahun lalu. Ia menyebut mengawinkan ketiga pihak dalam proyek kilang Dumai. “Saya harap investasi dapat memiliki makna strategis, di mana harga minyak mentah saat ini lagi turun,” imbuh dia.

Bahlil menilai proyek RDMP Unit Pengolahan II Dumai penting karena merupakan salah satu kilang prioritas Pertamina.

“Semoga dapat berjalan dengan baik serta dapat memberikan multiplier effect (dampak ganda) terhadap pemerataan pembangunan di Indonesia secara keseluruhan,” jelasnya.

Penandatanganan nota kesepahaman sejalan dengan upaya mendukung percepatan pelaksanaan megaproyek tersebut, yang menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) dalam Peraturan Presiden No. 56 Tahun 2018 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional.

BKPM mendorong terciptanya kemitraan strategis antara perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) dan perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) untuk menjalankan proyek tersebut.

“Begitu penandatanganan dilakukan, kami bisa langsung masuk masa percepatan. Kami akan libatkan juga pengusaha nasional yang ada di daerah, sehingga terjadi kolaborasi. Kami juga akan bantu terkait insentif fiskal dan perizinannya. Tidak perlu ada keraguan. BKPM akan bantu proyek ini,” terang Bahlil.

Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Ignatius Tallulembang membenarkan kilang Dumai menjadi prioritas untuk segera diselesaikan.

“Dengan penandatanganan nota kesepahaman ini, Nindya Karya dan konsorsium Korea telah menjadi strategic partner bersama Pertamina dan akan melakukan kajian upgrading kilang Dumai. Pertamina berharap Desember 2020 ada milestone penting yang dapat dicapai,” jelasnya.

Direktur Utama Nindya Karya Haedar Karim menyambut dengan serius kerja sama ini dan akan melaksanakan tahapan berikutnya sesuai dengan timeline yang disepakati.

“Kami dukung penuh, mengingat proyek-proyek ini merupakan proyek strategis dengan nilai investasi yang cukup besar, yang juga merupakan roadmap negara kita untuk mewujudkan program ketahanan energi,” katanya.

Jung menambahkan nota kesepahaman ini adalah langkah pertama dan landasan bagi keberhasilan penyelesaian proyek. Ia menilai kesepakatan ini pencapaian bersejarah dalam proyek pengolahan kilang Dumai, di mana DH Group menjadi salah satu pihak terlibat selain perusahaan-perusahaan Korea lainnya.

“Kami bertiga akan melakukan yang terbaik untuk menjalankan proyek dengan sukses dan mohon dukungannya,” jelas Jung.

Jadi Peserta JKN-KIS, Mimin Tak Khawatirkan Biaya Cuci Darah

Mimin, ibu rumah tangga yang berasal dari daerah Garawangi, Kecamatan Puspahiang Tasikmalaya merasa tertohok ketika diharuskan menjalani cuci darah. Ia tahu prosedur itu harus dilakukan secara rutin, dan menelan biaya besar.

Mimin divonis gagal ginjal oleh dokter di RS Jasa Kartini pada bulan April 2014. Waktu itu, satu-satunya yang terlintas di pikiran adalah menjual ladang. Tidak terpikir olehnya tentang program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), yang sudah ia ikuti sejak Januari 2014.

Tak terkira leganya Mimin setelah mengetahui bahwa biaya pengobatan untuk sakitnya itu ditanggung sepenuhnya oleh BPJS Kesehatan sebagai peserta JKN-KIS segmen PBPU. Menjalani beberapa kali cuci darah, akhirnya Mimin dapat beraktivitas seperti biasa.

“Dengan menjadi peserta JKN-KIS, saya merasa sangat terbantu karena tidak perlu khawatir akan biaya pelayanan kesehatan. Saya berharap masyarakat semakin percaya dan ikut serta mendukung demi keberlangsungan program ini dikarenakan sangat banyak masyarakat yang terbantu dengan adanya program JKN-KIS ini,”

Mimin mengingat, “Sebelumnya pertama kali tahu terkena gagal ginjal, dunia ini rasanya gelap, membayangkan besarnya biaya pengobatannya saja saya tidak berani. Namun tidak menyangka dengan kartu ini, semua biaya pengobatan saya ditanggung. Sangat bersyukur saya.”

Kini, Mimin berharap mereka yang juga mengalami sakit seperti dirinya dapat sembuh tanpa terkendala biaya.

“Semoga program mulia ini dapat terus berjalan dan menolong orang-orang seperti kami. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta JKN-KIS yang sehat dan rajin membayar iuran karena dengan iuran yang dibayarkan sangat membantu dirinya dalam menjalani pengobatan ini,” kata Mimin.

5 Rekomendasi Ponsel Kamera Terbaik Rp2 Jutaan Jelang Lebaran

Kamera menjadi salah satu fitur ponsel pintar yang paling dicari oleh konsumen. Vendor ponsel pintar berlomba-lomba menghadirkan kamera dengan sensor besar.

Persaingan membuat konsumen bisa memiliki ponsel dengan kamera bersensor besar dengan harga yang tergolong murah. Dengan modal Rp2 jutaan, konsumen sudah bisa mendapatkan kamera 64MP hingga quad camera.

Dengan kualitas tersebut, konsumen sudah bisa mengabadikan momen bersama keluarga saat libur lebaran 2020 yang bisa dibeli usai tunjangan hari raya (THR) cair.

  1. Redmi Note 8 Pro

    Dengan mengeluarkan kocek Rp2,8 jutaan, Anda bisa memboyong Redmi Note 8 Pro yang dibekali dengan kamera 64 MP.  Harga Rp2,8 juta sangat mengejutkan karena ponsel dengan sensor 64MP lainnya seperti Realme XT dibanderol Rp 3,6 juta, bahkan Realme  X2 Pro dibanderol dengan harga Rp7,8 jutaan.

    Tak hanya itu, Redmi Note 8 mengusung quad camera. Xiaomi menyematkan kamera utama ISOCELL Bright GW1 64MP f/1.9, kamera ultra wide 8MP f/2.2, kamera bokeh 2MP f/2.4, dan kamera makro 2MP f/2.4. Kamera depan memiliki resolusi 20 MP.

Xiaomi menyematkan teknologi pixel quad bining yang bisa menggabungkan tiap empat piksel menjadi satu sehingga bisa menghasilkan gambar akhir yang lebih pada dibanding gambar akhir dari kamera lain.

Redmi Note 8 Pro dengan RAM 6GB dan ROM 64GB dibanderol Rp2,9 jutaan. Sedangkan varian RAM 6GB dan ROM  128GB dibanderol dengan harga Rp 3,4 jutaan.

Ponsel ditanamkan baterai berkapasitas 4500mAh serta cipset MediaTek Helio G90T. Layar berukuran 6,53 inci dengan resolusi FHD 1080×2840 dengan desain Dot Drop.

  1. Samsung Galaxy M30s

    Samsung juga tak mau ketinggalan menghadirkan ponsel Rp2 jutaan dengan kamera berkualitas.

    Samsung memiliki Galaxy M30s dibekali kamera ISOCELL GM2 wide 48MP, kamera ultra wide 8MP, dan kamera bokeh 5MP. Kamera selfie ponsel memiliki sensor 16MP.

    Galaxy M30S hadir dengan baterai 6.000 mAh dengan harga sekitar Rp2,9 juta.  Ponsel juga dibekali dengan cipset Exynos 9611 dengan RAM 4GB dan ROM 64GB.

    Baterai jumbo Galaxy M30S juga dibekali dengan teknologi Adaptive Fast Charging dengan charger berdaya 15 watt.

    Samsung Galaxy M30S dibanderol dengan harga Rp2,9 juta.

  2. Realme 5s

    Realme juga turut meramaikan ponsel Rp2 jutaan dengan kamera berkualitas. Di ponsel kisaran harga Rp2 juta, Realme menghadirkan 5s yang dibekali dengan kamera utama 48 MP.

    Kamera utamanya menggunakan sensor Samsung GM1 berukuran 48 MP. Realme turut memasang kamera ultra-wide-angle 8 MP, serta sensor depth 2 MP dan lensa depth 2 MP.

    Realme 5s memiliki layar seluas 6,5 inci dengan HD+. Ponsel ditenagai Snapdragon 665 yang dipadukan dengan RAM 4 GB dan ROM 128 GB. Baterainya  berkapasitas 5.000 mAh. Realme 5s dibanderol Rp2,5 juta.

  3. Samsung Galaxy A20s

    Di kisaran ponsel harga Rp2 jutaan dengan kamera terbaik, Samsung juga memiliki Samsung Galaxy A20S. Ponsel dibekali tiga kamera belakang dengan sensor utama 16MP dan kamera depan 8MP.

    Ponsel ini dibekali layar Infinity-V Display atau berponi berukuran 6,5 inci HD+ 720×1560. Sementara kapasitas baterai sebesar 4.000 mAh.

    Ponsel ditenagai Qualcomm Snapdragon 450 dan sistem operasi Android 9.0 Pie. Samsung pun menyediakan dua varian memori, yaitu RAM 3GB ROM 32GB dengan harga Rp2,4 juta.

A20s juga memiliki varian 4GB dan 64GB dengan harga Rp2,8 juta, namun

merekomendasikan varian Rp2,4 juta karena Rp2,8 juta dikuasai oleh Galaxy M30s dan Redmi Note 8 Pro.

5. Xiaomi Redmi Note 8

Versi murah Redmi Note 8 Pro ini juga masuk ke dalam rekomendasi kami di kisaran Rp2,1 juta.  Redmi Note 8 memiliki tiga varian, yakni Rp2,1 juta (3GB/32 GB), Rp2,3 juta (4GB/64GB), Rp2,9 juta (6GB/128GB).

Dengan harga Rp2,1 juta, Anda bisa memiliki ponsel quad camera dengan sensor utama 48MP. Berbeda dengan Galaxy M30S, Redmi Note 8 memiliki empat kamera belakang. Redmi Note 8 menjadi pilihan karena kamera yang memiliki sensor 48 MP.

Redmi Note 8 dibekali dengan empat kamera belakang, yaitu kamera utama ISOCELL GM2 48MP f/1.79, kamera ultra wide 8 MP, ultra wide 8MP f/2.2, kamera bokeh 2MP f/2.4, dan kamera makro 2MP f/2.4.

Redmi Note 8 juga dibekali dengan kamera selfie beresolusi 13 MP. Ponsel telah dibekali dengan layar 6,3 inci beresolusi FHD+. Redmi Note 8 memiliki cipset Qualcomm Snapdragon 665 dan didukung  dengan baterai sebesar 5000 mAh.

1 2 3 4 182