Posts Tagged ‘pt bestprpfit’

Iran Pulangkan 11 Korban Pesawat Jatuh, Ukraina Berduka

Iran memulangkan 11 jasad warga Ukraina yang menjadi korban insiden pesawat Ukraine International Airlines pada 8 Januari lalu. Masyarakat Ukraina pun berduka.

Pesawat itu ditembak jatuh oleh rudal pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) dan menewaskan seluruh 176 penumpang.

Dikutip AFP, belasan jenazah itu tiba di Kiev, Ukraine, Minggu (19/1). Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Perdana Menteri Oleksiy Goncharuk, bersama sekitar seribu orang lainnya, menghadiri upacara pelepasan sembilan awak pesawat dan dua penumpang yang digelar di Bandara Boryspil Kiev itu.

Zelensky tampak meletakkan bunga di peti mati yang dibungkus bendera Ukraina. Ia juga secara singkat berbicara dengan para kerabat korban.

Jenazah para korban disebut akan tetap berada di dalam terminal selama beberapa jam agar kerabat, staf Ukraine International Airlines, dan warga Ukraina lainnya bisa melayat. Pemakamannya sendiri dijadwalkan akan diadakan pada Senin (20/1).

Sebelum kedatangan Presiden, Perdana Menteri dan pejabat tinggi lainnya lebih dulu menggelar upacara penyambutan kedatangan jenazah itu di landasan di luar terminal bandara di hari yang sama.

Sebelas peti dikeluarkan dari pesawat. Beberapa staf Ukraine International Airlines tampak menangis sambil memegang bunga.

Staf dan kerabat maskapai membentuk dua lajur membuat barisan penghormatan bagi peti mati yang dibungkus bendera kuning dan biru itu. Beberapa pria berlutut.

Kecelakaan Boeing 737 itu terjadi beberapa jam setelah Iran meluncurkan serangan rudal balistik terhadap dua pangkalan militer Irak yang menampung personel militer Amerika Serikat.

Serangan rudal itu dilakukan Iran sebagai respons terhadap serangan drone AS yang menewaskan jenderal mereka, Qasem Soleimani, di Baghdad, Irak, pada 3 Januari.

Iran semula membantah bahwa pesawat Ukraina itu jatuh karena tertembak rudal. Namun, tak lama pemerintahan Presiden Hassan Rouhani mengaku pesawat itu tak sengaja ditembak jatuh IRGC yang merupakan angkatan bersenjata utama Iran karena kesalahan teknis.

Seluruh 176 penumpang yang tewas dalam kecelakaan itu terdiri dari 82 warga negara Iran, 63 warga Kanada, 11 warga Ukraina, 10 warga Swedia, empat warga Afghanistan, tiga warga Jerman, dan tiga orang berkebangsaan Inggris.

Pihak maskapai mengatakan mayoritas penumpang menuju ibu kota Ukraina, Kyiv, untuk transit dan melanjutkan penerbangan ke negara tujuan.

Rouhani bersumpah akan menghukum pihak-pihak yang bertanggung jawab atas penembakan pesawat itu. Sejauh ini, pihak berwenang Iran telah menahan 30 personel militer terkait insiden pesawat Ukraina.

2 Pegawai Kedubes Saudi di Jakarta Dipolisikan

Seorang advokat Indonesia bernama Noverizky Tri Putra dari firma hukum AM Oktarina (AMO) menyatakan menjadi korban dugaan penipuan sebesar Rp300 juta. Dia melaporkan dua orang staf Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta dalam perkara ini.

Dia dijanjikan oleh seorang warga Arab Saudi, Ali Ahmed E. Mouri, akan ditunjuk menjadi kuasa hukum Kedutaan Besar Arab Saudi, jika berhasil membebaskan seorang warga mereka yang terjerat perkara hukum di Cirebon, Jawa Barat.

Noverizky sudah melaporkan kasus itu ke Polda Metro Jaya pada 9 Desember 2019, dengan nomor LP / 7997 / XII / 2019 / PMJ / Dit. Reskrimum.

Selasa (14/1), Putra menyatakan bertemu dengan Ali pada 7 November 2018 di Restaurant Papa Jack Grand Pramuka Square, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Di sana mereka membicarakan permintaan bantuan jasa advokat lokal untuk mengurus perkara hukum yang melibatkan seorang warga Saudi, Khalid Ali Turki Alkhayrallah, di Kota Cirebon.

Noverizky dan rekannya, Fahrozi, menyatakan tertarik dan dua hari kemudian mereka mendatangi Kedutaan Besar Arab Saudi untuk bertemu dengan Duta Besar Osama bin Mohammaed Abdullah Al Shuaibi, dan Kepala Bagian Bidang Proteksi Warga Negara Arab Saudi di Indonesia, Abdul Aziz Abdullah Aldosari.

Saat itu, kata Noverizky, Aldosari sepakat menunjuk firma hukum mereka untuk menjadi kuasa hukum resmi untuk mengurus masalah hukum yang membelit Khalid. Mereka juga dijanjikan jika masalah itu selesai, maka akan ditunjuk menjadi kuasa hukum resmi kedutaan besar Saudi, dengan kontrak sebesar US$200 ribu per tahun.

Noverizky dan rekan-rekannya lantas berhasil membebaskan Khalid pada 23 November 2018, dan langsung diantar ke kedutaan Arab Saudi keesokan harinya. Mereka lantas membayar ganti rugi kepada Sandra yang mengaku menjadi korban Khalid sebesar Rp300 juta.

Noverizky mengatakan pembayaran ganti rugi itu menggunakan anggaran firma hukum terlebih dahulu.

Noverizky mengatakan sudah melaporkan keberhasilan mereka ke kedubes Arab Saudi, dengan melampirkan seluruh dokumen yang berkaitan. Akan tetapi, sampai saat ini Kedubes Arab Saudi tidak menanggapi permintaan pertemuan untuk meminta pertanggungjawaban pembayaran dari Kedubes Arab Saudi atas seluruh biaya yang dikeluarkan tersebut.

Menurut Noverizky, kedubes Arab Saudi beralasan klaim itu sudah tidak bisa dilakukan karena ada perubahan sistem. Dia mengatakan pihaknya malah diminta mengikuti proses lelang pada Februari 2019.

AMO lantas mengikuti tender tersebut. Namun, ternyata proses tersebut tidak ada kelanjutannya.

AMO lantas meminta bantuan Kementerian Luar Negeri, dan diundang untuk membahas permasalahan tersebut. Kemenlu lantas menerbitkan nota diplomatik pada 23 Mei 2019 kepada Kedubes Arab Saudi supaya menyelesaikan masalah tersebut.

Akan tetapi, nota diplomatik itu baru direspon pada 23 Juli 2019. Saat itu kedubes Saudi dengan menghadirkan Ali Mouri dan Duta Besar Arab Saudi yang baru, Isham Ahmad Abid Ats-Tsaqafy, hanya menjanjikan akan mengupayakan pembayaran kompensasi dengan meminta waktu tiga bulan. Namun hingga saat ini janji itu belum dipenuhi.

berusaha mengontak Kedubes Saudi untuk meminta konfirmasi perihal persoalan ini. Namun, sampai saat ini mereka belum memberikan tanggapan.

Terkait dengan masalah tersebut, Direktur Timur Tengah Kementerian Luar Negeri, Achmad Rizal Purnama, mengatakan sudah mengupayakan komunikasi korban dengan Kedubes Saudi, dan meminta masalah itu segera diselesaikan.

“Kita sudah sampaikan keprihatinan dan masalah yang dihadapi firma hukum tersebut dan meminta kedubes Saudi untuk dapat menyelesaikannya dengan baik sesuai aturan yang berlaku,” kata Rizal.

Eksploitasi Anak di Pertambangan, Apple, Google Digugat

Kelompok Advokat internasional menuntut Apple, Google, Microsoft, Dell dan Tesla yang menggunakan anak-anak sebagai tenaga kerja di tambang kobalt di Negara Kongo.

Dilansir dari CNN, International Rights Advocates megajukan gugatan class action terhadap lima perusahaan tersebut di pengadilan Washington D.C, Amerika Serikat.

Gugatan menuduh lima perusahaan raksasa tersebut ‘secara sadar mendapat manfaat dari dan membantu dan bersekongkol dengan penggunaan anak-anak yang kejam dan brutal’ untuk menambang kobalt dalam kondisi yang sangat berbahaya.

Para tergugat telah mengetahui dalam  ‘periode waktu yang signifikan’ bahwa sektor pertambangan Kongo ‘tergantung pada anak-anak’. Kobalt yang ditambang di wilayah tersebut terdaftar sebagai barang yang diproduksi oleh pekerja anak atau kerja paksa oleh US Department of Labor.

Laporan tersebut mengatakan nasib anak-anak ini telah dilaporkan banyak media, seperti Washington Post, The Guardian, dan lainnya.

“Lebih jauh, kengerian nasib anak-anak ini telah banyak dilaporkan di media,” kata gugatan tersebut.

Kobalt adalah komponen utama baterai lithium-ion yang ditemukan di hampir setiap gadget elektronik yang dapat diisi ulang. Dua pertiga kobalt dunia berasal dari Kongo.

Pada 2018, investigasi CNN menemukan bahwa pekerja anak dan korupsi masih marak di Kongo. Banyak perusahaan termasuk Tesla mengatakan kepada CNN pada waktu itu bahwa mereka tidak dapat sepenuhnya melacak rantai pasokan.

Pembuat mobil listrik itu juga mengatakan bahwa sebagian besar kobaltnya diambil dari pemasok di luar Kongo dan berkomitmen  hanya memasok bahan yang diproduksi secara bertanggung jawab.

Apple adalah salah satu dari sedikit perusahaan yang mengungkapkan pemasok mereka ke CNN. Apple juga digugat oleh selusin penggugat anonim yang menyatakan bahwa anak-anak banyak yang terbunuh dan cacat saat bekerja di tambang.

Termasuk seorang anak lelaki yang terpeleset dan jatuh saat bekerja di sebuah tambang dan lumpuh total dari dada ke bawah. Apple menolak berkomentar tentang tuduhan spesifik dalam gugatan tersebut.

Dalam sebuah pernyataan kepada CNN Business, perusahaan mengatakan  berkomitmen penuh untuk sumber material Apple. Tambang yang tidak mengikuti standar Apple, diklaim dikeluarkan dari rantai pasokan. Pernyataan serupa juga diungkapkan oleh Apple dan Google.

International Rights Advocates sedang mencari ganti rugi bagi para korban yang diduga. Kelompok tersebut dalam aduannya meminta pengadilan untuk memerintahkan Apple, Alphabet, Dell, Microsoft dan Tesla agar memberikan ganti rugi para korban.

1 2 3 4