Posts Tagged ‘pt bestprpfit’

Cara Terhindar dari Penipuan Bermodus Telkomsel Poin

Kasus penipuan dengan modus Telkomsel Poin yang menimpa perempuan bernama Natalia Santi yang mengalami kerugian hingga Rp50 juta.

Natalia menerima telepon dan mengiming-imingi 3.200 poin Telkomsel milik Natalia bisa ditukar dengan bebas tagihan selama tiga bulan. Namun penelepon mengharuskan Natalia memberikan kode one time password (OTP).

Untuk menghindari penipuan serupa, cek empat langkah berikut:

– Tidak memberikan kode kredensial berupa kode OTP/ verifikasi/ password kepada siapapun.
– Tidak memberikan nomor kartu kredit kepada orang yang tidak dikenal.
– Memblokir akun kartu kredit jika ada mutasi transaksi mencurigakan.
– Kroscek ke nomor layanan pelanggan Telkomsel 08071811811 atau 188 atau +628110000333 jika sedang berada di luar negeri jika ada aktivitas mencurigakan.
– Pengguna bisa menghubungi *323*20# untuk membuat penipu otomatis ‘terdepak’ dari aplikasi.

Skema penipuan dengan modus Telkomsel poin bukan pertama kali terjadi. Sepanjang 2018, anak perusahaa Telkom ini melaporkan menerima 13 ribu aduan.

Pilihan redaksi
http://www.ptbestprofit.com
http://www.ptbestprofitfutures.com
http://www.pt-bestprofit.com

Salah satu bentuk penipuan yakni dengan modus meminta OTP yang merupakan kode informasi khusus yang dikirimkan melalui aplikasi ketika log in ke aplikasi My Telkomsel.

Modus operasi yang kerap dilakukan penipu akni dengan memasukkan nomor ponsel korban untuk log in di My Telkomsel. Dalam waktu bersamaan ia menelepon korban untuk meminta OTP agar bisa log in.

Pertamina Antisipasi Konsumsi BBM Tol Trans Jawa saat Lebaran

PT Pertamina (Persero) mengantisipasi lonjakan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) di jalur tol, terutama di Tol Trans Jawa. Hal itu tak lepas dari hadirnya kondisi baru pada Lebaran 2019.

Kondisi baru yang dimaksud ialah tersambungnya tol dari ujung barat ke ujung timur wilayah Pulau Jawa. Tol sepanjang 920 kilometer (km) itu terbentang dari Merak sampai Probolinggo.

“Kalau tahun kemarin masih ada beberapa titik yang sifatnya pengoperasian sementara, tetapi tahun ini telah terhubung,” ujar SVP Retail Marketing Business Pertamina Jumali dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (29/4).

Jumali memperkirakan rata-rata konsumsi harian bensin selama periode puasa dan Lebaran 2019 bakal meningkat sekitar 15,78 persen dibanding kondisi normal.

Estimasi peningkatan kebutuhan tersebut berasal dari proyeksi jumlah pemudik pengguna kendaraan pribadi yang mencapai 10,6 juta unit atau meningkat sekitar 13 persen.

Sebagai pembanding, tahun lalu, peningkatan konsumsi bensin pada periode puasa dan lebaran hanya 10 persen.

Peningkatan konsumsi tersebut tak lepas dari beroperasinya jalur tol baru yang menyambungkan kota-kota di Pulau Jawa.

Untuk mengantisipasi peningkatan tersebut perseroan menambah saluran distribusi BBM di tol Jawa. Selain Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) sebanyak 44 unit di jalur tol Jawa, perseroan juga menyediakan layanan SPBU mobile/modular sebanyak 26 unit. Buffer tank BBM juga disediakan sebanyak 115 unit.

Kemudian, perseroan juga menyediakan kiosk Pertamax Kemasan sebanyak 43 unit yang berada di lokasi yang sempit dan sulit terjaga keamanannya seperti kantong parkir.

Selanjutnya, perseroan juga menyediakan layanan motor sebanyak 200 unit untuk mengantarkan BBM kemasan di saat kondisi jalanan macet.

Sama seperti tahun lalu, tahun ini Pertamina juga menyediakan BBM kemasan jenis Pertamax dan Pertamina Dex dalam kemasan 5 dan 10 liter. Sementara, untuk Premium kemungkinan tidak dijual dalam kemasan mengingat tahun lalu permintaannya minim. Kendati demikian, perseroan siap menyesuaikan.

Terkait pasokan BBM kemasan, perseroan siap memasok sesuai kebutuhan. Sebagai catatan, penjualan BBM kemasan tahun lalu lalu ada di kisaran 10 ribu kl.

Selain di jalur tol Jawa, perseroan juga menjaga pasokan BBM di jalur tol Sumatera yaitu jalur Bakauheni – Terbanggi Besar, Pematang Kayu Agung – Palembang, dan Medan – Tebang Tinggi. Dengan rincian, SPBU 4 unit, kiosk Pertamina Kemasan 13 unit, motor kemasan BBM 20 unit, dan Serambi 2 unit.

AS dan China Saling Kecam di KTT APEC 2018, Ini Tanggapan RI

AS dan China Saling Kecam di KTT APEC 2018, Ini Tanggapan RI

Liputan6.com, Port Moresby – Para pemimpin negara-negara Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik atau APEC tidak dapat mencapai kesepakatan soal komunike pada pertemuan puncak di Papua Nugini pada Minggu 18 November 2018.

Sementara itu, perpecahan mendalam antara Amerika Serikat dan China, soal perdagangan dan investasi, mendominasi pertemuan tersebut.

“Kita tahu kedua raksasa di ruangan,” kata Perdana Menteri PNG Peter O’Neill dalam acara jumpa pers, seperti dikutip dari Antara (18/11/2018), merujuk pada AS dan China. Ia menjawab pertanyaan soal siapa anggota APEC yang tak sepakat dan saling melontarkan kritik.

Ketika ditanya masalah-masalah utama apa yang menyebabkan kesepakatan tidak tercapai, O’Neill menjawab, “(Masalah) Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dan reformasinya.”

Lihat Di Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCnrb6zCy5YPdtZdua-aKD4g

“APEC tidak punya piagam terkait Organisasi Perdagangan Dunia, itu adalah fakta. Masalah-masalah itu bisa diangkat di Organisasi Perdagangan Dunia,” tambahnya.

Pernyataan para pemimpin biasanya dikeluarkan setelah setiap pertemuan tahunan para pemimpin APEC sejak pertemuan pertama pada 1993, menurut keterangan yang tertera di laman kelompok tersebut.

AS dan China

Persaingan antara Amerika Serikat dan China atas Pasifik juga menjadi perhatian utama pada pertemuan di Papua Nugini itu. Sekutu-sekutu Barat meluncurkan tanggapan terkoordinasi untuk menanggapi program Sabuk dan Jalan China. Mereka menjanjikan pendanaan bersama senilai 1,7 miliar dolar AS untuk proyek-proyek listrik dan internet di PNG.

Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence, ketika ia meninggalkan Ibu Kota PNG Port Moresby, menyebutkan serangkaian perbedaan yang dimiliki China dengan AS. Ia menyebutkan daftar tersebut satu hari setelah secara langsung mengkritik program Sabuk dan Jalan China.

“Dimulai dengan praktik perdagangan, kemudian tarif dan kuota, peralihan teknologi yang dipaksakan, pencurian hak cipta. (Daftar) itu dilanjutkan hingga ke kebebasan pelayaran di lautan, keprihatinan soal hak asasi manusia,” kata Pence kepada para wartawan yang ikut melakukan perjalanan dengannya.

Sementara itu, Xi Jinping yang berbicara sebelum Pence, sudah mengantisipasi kecaman Amerika itu dalam pidatonya. Ia mengatakan negara-negara kini menghadapi pilihan untuk bekerjasama atau berkonfrontasi seiring meluasnya proteksionisme dan unilateralisme.

Presiden China itu menunjukkan dukungan pada sistem perdagangan dunia yang bebas, yang telah mendorong pertumbuhan ekonomi negaranya dalam seperempat abad terakhir menjadi negara dengan tingkat perekonomian terbesar kedua di dunia, setelah Amerika.

“Aturan-aturan yang dibuat seharusnya tidak diikuti atau dilanggar ketika dinilai cocok, dan seharusnya tidak diterapkan dengan standar ganda demi agenda-agenda yang egois,” tegas Xi, seperti dikutip dari VOA Indonesia, Minggu 18 November.

“Sekali lagi kita tiba di persimpangan jalan. Arah mana yang akan kita pilih? Kerjasama atau konfrontasi? Kebijakan pintu terbuka atau tertutup? Kemajuan satu sama lain atau kemajuan satu pihak semata?” tanya Xi.

Tanggapan Indonesia

Kunjungi : http://www.pt-bestprofit.com

Menurut laporan reporter Liputan6.com Septian Denny di Port Moresby, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan bahwa Indonesia dan negara lain sebenarnya sudah berupaya untuk menjembatani perbedaan antara AS-China. Namun, hingga akhir perundingan, tidak ada kata kesepakatan berkait hal ini.

“Perbedaan AS-Tiongkok terkait isu multilateral trading system yang mana kita tengah berusaha untuk menjembatani. Banyak negara berusaha untuk menjembatani,” ujar Retno di Port Moresby, Papua Nugini, Minggu 18 November.

Baca Juga :  http://www.ptbestprofit.com

Retno mengakui, perbedaan pandangan antara AS dan China memang sangat besar. Ini yang menyebabkan upaya untuk menjambataninya gagal.

“Tapi tampaknya gap antara mereka berdua memang sangat besar dan sulit untuk dijembatani‎. Jadi dari tadi pagi kita berusaha untuk menjembatani berbagai macam pembicaraan tetapi tampaknya gap itu belum dapat dijembatani saat ini,” ujar dia.

Namun menurut Retno, masalah ini akan diselesaikan oleh perwakilan negara anggota dalam Sekretariat APEC. ‎”Oleh karena itu nanti Chairman (APEC) yang akan merefleksikan situasi pertemuan tersebut,” tandas dia.

sumber:liputan6.com

Kunjungi : http://www.ptbestprofitfutures.com

1 2