Tambah Produksi, Pertamina Bor Dua Sumur Blok Mahakam di 2020

PT Pertamina (Persero) akan mengebor dua sumur eksplorasi di Blok Mahakam pada tahun depan. Pengeboran dilakukan untuk menambah produksi  yang dihasilkan dari blok tersebut.

General Manager (GM) PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) John Anis mengatakan manajemen masih melakukan beberapa proses untuk mengebor dua sumur eksplorasi itu. Pengeboran ini diklaim lebih dalam dari sumur-sumur sebelumnya.

“Cadangan baru itu perlu, pada 2020 lagi siapkan akan ada ada dua sumur yang kami siapkan. Dua sumur kami eksplor lagi untuk masa depan Blok Mahakam,” ucap John, Kamis (18/7).

Realisasi itu belum menyentuh setengah dari target yang ditetapkan mencapai 118 sumur.

“Kami berkomitmen untuk investasi dalam rangka menjaga produksi, jadi memang harus agresif untuk bor sumur,” kata John.

Perusahaan pelat merah mengaku sudah melakukan intervensi pendanaan investasi untuk pengeboran 15 sumur Blok Mahakam sejak 2017 lalu. Namun, saat itu Pertamina belum bisa memproduksi gas dari Blok Mahakam karena secara resmi pengelolaan baru bisa dilakukan pada 2018.

“Pada 2018 kami bor 62 sumur, investasi dilakukan secepat mungkin,” katanya.

Dari segi produksi, Pertamina mencatat jumlahnya lima persen di atas prediksi sebelumnya. Namun, John mengakui produksi Blok Mahakam saat ini masih di bawah target yang dipasang pemerintah mencapai 1.100 standar kubik per hari (mmscfd).

“Angka 1.100 mmscfd itu kan dibuat pada 2014, persiapan alih kelola 2015 itu adalah penentuan Blok Mahakam dikelola Pertamina atau operator lain, kondisi Mahakam dinamis, prediksi itu meleset,” ucapnya.

Maka itu, ia menilai seharusnya pemerintah mengukur kembali target yang sebelumnya ditetapkan. Masalahnya, jumlah cadangan gas tak lagi sebanyak dulu saat Blok Mahakam masih dikelola oleh Chevron.

“2014 terlalu agresif, terlalu optimis,” pungkas John.

Comments are closed.