Tax Amnesty Sukses, Pemerintah Diharapkan Terus Kejar Penerimaan Pajak

PT Bestprofit Futures – Pekanbaru | Tax Amnesty Sukses Pemerintah Diharapkan Terus Kejar Penerimaan Pajak

PT Bestprofit Futures – Data menunjukkan lebih dari Rp 3.500 triliun jumlah harta orang Indonesia yang selama ini tidak ketahuan sudah dideklarasikan. Dari situ, ada uang sebesar Rp 97-an trilliun yang sudah masuk ke dalam kas negara. Nilai itu membuat banyak pihak yang terbelalak. Sebab, seperti disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani, selama ini yang terjadi adalah pesimisme bahwa program tax amnesty akan berhasil berjalan.

Meskipun tax amnesty dianggap sukses, namun Anggota Komisi XI DPR, M.Misbakhun mengingatkan agar Pemerintah tetap concern mengenai penerimaan pajak rutin yang baru mencapai 53,8 persen dari target Rp 1.539 triliun.

“Kalau kita sukses tax amnesty tapi penerimaan pajak rutinnya tidak tercapai, maka penerimaan akan tetap bolong, lubangnya masih besar. Ini nanti tambalannya dari mana? Target pemerintah dari penerimaan tax amnesty kan hanya Rp 165 Triliun. Bahkan jika tercapai 100 persen, masih ada kekurangan kalau penerimaan rutin tak tercapai,” ujar Misbakhun, Sabtu (1/10).

Misbakhun pun meminta Menkeu Sri Mulyani supaya memberi kelonggaraan kewenangan lebih pada Dirjen Pajak untuk melakukan upaya pengendalian intensifikasi pajak. Khususnya terhadap Wajib Pajak yang belum membayar tax amnesty sesuai aturan.

Di sisi lain, terkait tax amnesty, Politikus Golkar itu menilai Kementerian Keuangan perlu mengeluarkan relaksasi aturan. Misalnya terkait periodisasi tax amnesty. Baginya, kelonggaran periodisasi dibutuhkan karena semua warga negara mengejar tax amnesty tahap I yang dendanya hanya dua persen itu.

Karena mengejar waktu itu, semua melakukan rekalkulasi rencana perpajakan, yang sebenarnya membutuhkan waktu. Misbakhun yakin bila periodisasi dimaksud diperpanjang, akan lebih banyak lagi dana pajak yang bisa masuk ke kas negara. Sementara bila tak diperpanjang periodisasi dan dendanya diperbesar, maka para Wajib Pajak berpotensi akan memilih untuk tetap menyembunyikan hartanya.

“Mengingat periodisasi sudah ada, seharusnya dilakukan relaksasi. Peluang itu harus dibuka, karena itu satu-satunya cara untuk mengejar penerimaan pajak lebih tinggi,” ujar Misbakhun.

Cara yang lain adalah memperkuat pelayanan di tingkat bawah dan merata di seluruh Indonesia. Selama ini, salah satu hambatan tax amnesty adalah karena banyaknya distorsi pemahaman petugas di tingkat bawah. Akhirnya, satu-satunya pelayanan yang terakurat adalah bila datang ke kantor pusat di Jakarta.

“Ini jadi perhatian saya soal tax amnesty, tugas tax amnesty masih panjang, tapi peluang menambah memperpanjang periodisasi 2 persen masih terbuka peluangnya,” tukasnya ( RDI – PT Bestprofit Futures )

Comments are closed.