The Wolf of Wall Street: Gambaran Jiwa-jiwa Tak Terpuaskan

SahamThe Wolf of Wall Street, film produksi tahun 2013 yang disutradarai Martin Scorsese tahun ini mendapat banyak nominasi untuk gelaran academy awards. Dibintangi oleh Leonardo di Caprio, film bergenre komedi, criminal,biografi ini banyak mendapat kritik positif dari para pengamat film bahkan diganjar nilai 8,6 di situs IMDB. Hal ini menjadikan saya semakin tertarik untuk dapat menontonnya di layar tancap.

Film yang diklaim berdasarkan kisah nyata Jordan Belfort, seorang pialang saham yang memuai karier dari nol, terdepak, terseok dan akhirnya merangkak merintis sendiri jalan karirnya sebagai broker hingga menempatkannya di puncak tahta pengeruk harta. Namun kodratnya sebagai manusia ternyata tak membuatnya berpuas diri ketika “hanya” menjadi seorang yang sangat kaya raya, ambisi tentang uang memang tidak akan ada habisnya sampai jiwa terlepas dari wadag manusia.

***

Dikisahkan Jordan Belfort (Leonardo di Caprio) muda usia, baru saja lulus dan bekerja di Wall Street. Penampilannya yang lain dari pemula-pemula lainnya menarik minat seorang pilang senior Mark Hanna (Matthew Mc Counaghey) untuk sharing tentang seluk beluk kehidupan para pialang sukses yang menjadi cita cita Belfort. Mark pun mengatakan, tak ada yang namanya etika dalam dunia mereke yang keras, tak peduli para investor mendapatkan keuntungan atau bahkan gulung tikar sekalipun karena saham mereka, yang pasti para pialang harus bisa mendapatkan komisi dari setiap komisi. Ketika seseorang sangat bermimpi untuk menjadi kaya dalam waktu sekejap mata, maka rayuan maut para broker akan semakin mudah bekerja.

Seketika Belfort muda yang sebelumnya masih punya pandangan tata karma tentang bagaimana seharusnya semua transaksi dijalankan dengan benar malah menjadi mengidolakan Mark dan akhirnya mengadopsi semua hal yang disampaikan Hanna, bahwa semua hanya ilusi, bahwa para penanam saham itu hanyalah orang kaya di atas kertas, kenyataan yang semu, dan mereka (para pialang) lah yang benar-benar kayakarena banyaknya komisi yang dihasilkan dari setiap transaksi. Hanya ada tiga hal penting dalam hidup para broker Wall Street yang sehari-harinya sangat tertekan karena pekerjaannya. Uang, Seks dan Narkoba. Ya ketiga hal yang awalnya menyilaukan mata, memabukkan jiwa, memuaskan raga, namun akhirnya mengantarkan semua kepalsuan hidup, dan berakhir nestapa tanpa pernah terpuaskan oleh semuanya.

***

Singkat cerita, Belfort harus terdepak dari percaturan elite Wall Street karena krisis ekonomi yang mengguncang dunia tahun 87 an. Kehilangan pekerjaan yang disenanginya membuat Belfort mau tak mau harus mencari jalan lain untuk tetap bertahan hidup. Mengikuti saran istrinya dia kemabali bekerja di perusahaan saham ecek-ecek yang menjual saham kelas teri untuk dijual kepada orang kelas teri juga. Namun dengan lidahnya yang ampuh dan berbisa, dia mampu membuat hal yang absurd menjadi riil, perlahan namun pasti, dia semakin kaya dari hari kehari, dan tentunya semua tak luput dari kemampuannya berolah kata, tak peduli iia sudah demikian kejamnya member harapan palsu bagi masyarakat kurang pintar yang mengadu untung di bursa saham ini, yang penting bagi befort adalah semakin tergiur uang, maka semakin mudah mengendalikan dan semakin banyak pula pundi-pundi yang masuk ke dalam sakunya.

Gambaran nyata kekayaan Belfort membuat tetangganya Donnie Azoff (Jordan Hill) kagum dan memutuskan ikut menjadi pembantu Belfort. Belfort pun tak menyia-nyiakannya, dengan bantuan danny ia akhirnya membuat satu perusahaan sendiri yang tentu saja bergerak dalam jual beli saham. Alih-alih memperkerjakan orang-orang yang pandai, Belfort malah merekrut kawan-kawan lamanya yang amburadul, dari Bandar narkoba sampai manusia jenius yang aneh. Namun di tangan Belfort semuanya menjelma menjadi pialang mumpuni, dan kantor yang bermula dari sewa garasi menjadi besar, sukses, terkenal dan menempati gedung sendiri. Tentu saja semuanya tak luput dari usaha tipu-tipu pemberi harapan palsu.

***

Kekayaan yang semakin menggelembung tak mampu membuat Belfort puas diri, kesibukannya berpesta, kecanduannya akan narkotika dan kecintaannya terhadap wanita akhirnya membuat dia bercerai dengan istrinya Teresa dan memilih tinggal bersama Naomi (Margot Robbie), wanita yang membuatnya kepincut setengah mati yang kelak juga dijadikannya istri.

Menyanding istri super cantik, anak sehat, harta berlimpah, malah menjadikan Belfort semakin haus, ia selalu membuat terobosan baru agar semakin kaya dan lebih kaya lagi, tak peduli bahwa apa yang ia lakukan illegal dan melanggar hukum. Hingga akhirnya dia dicampakkan ke dalam penjara untuk mempertanggungjawabkan semua hal yang telah diperbuatnya.

Comments are closed.