Tiga Pemahaman Terhadap Pelanggan Menurut Markplus

developmentandmarketing.comBestprofit Pekanbaru – Salah satu yang harus kita lakukan untuk mendapatkan pelanggan dan mempertahankan pelanggan untuk bisnis kita adalah dengan memahami mereka. Sebagai seorang marketer, kita dituntut untuk bisa memahami apa yang pelanggan butuhkan, apa yang mereka inginkan dan apa yang mereka harapkan ada dari bisnis kita yang sudah ada di pasaran. Perilaku pelanggan yang bermacam – macam memaksa banyak kalangan untuk membuat dan menentukan cara mereka sendiri untuk memahami pelanggan. Salah satunya yaitu Markplus, mereka memberikan 3 tipe pemahaman pelanggan yang perlu kita ketahui.

1. Need and Want

Setelah kita mengeluarkan sebuah produk ke pasaran, kita tentu akan mengamati bukan hanya seberapa besar keuntungan yang masuk kedalam rekening perusahaan kita, tetapi kita juga harus mengamati seberapa berpengaruhnya produk kita di pasaran. Kita harus memperhatikan apakah produk yang kita keluarkan benar – benar dibutuhkan oleh pelanggan? Lalu apakah produk kita diinginkan oleh pelanggan? Saat kita melakukan sebuah riset atau pengamatan terhadap hal ini, kita akan menemukan jawaban seberapa besar pengaruh produk kita di pasaran. Dan ini akan menjadi bahan penkajian kita terhadap produk selanjutnya yang akan kita keluarkan.

Untuk merangkul dan mendapatkan target pasar yang besar, kita tentu harus menyesuaikan produk atau layanan kita dengan kebutuhan dan keinginan mereka. Jika memang harus, pasar akan terus mencari dan membutuhkan produk yang kita keluarkan. Itu sebabnya perencanaan dan target yang dibuat haruslah tepat.
2. Expectation and Perception

Ini berhubungan dengan apa yang dialami dan dirasakan oleh pelanggan dengan produk atau layanan kita. Saat kita mengeluarkan sebuah produk, kita harus mempunyai penelitian terhadap gambaran ideal sebuah produk yang ada di pasar. Ini berkaitan dengan apa yang masyarakat fikiran dalam benak mereka sebelum menggunakan produk kita. Kita menyebutnya expectation pelanggan terhadap produk yang akan mereka gunakan.

Setelah itu kita juga membutuhkan sebuah gambaran aktual terhadap pelanggan yang sudah menggunakan atau menikmati produk atau layanan yang kita berikan. Ini penting bagi kita dalam evaluasi apakah produk kita benar – benar sesuai dengan yang pelanggan fikirkan sebelumnya. Dan ini kita sebut dengan perception. Dan persepsi pelanggan ini juga yang akan membawakan pelanggan baru bagi kita. Ini terjadi saat ia berbagi cerita dan pengalamannya dengan orang lain.
3. Complicated

Yang terakhir adalah pemahaman terhadap apa yang dirasakan pelanggan namun belum atau tidak mereka sampaikan kepada publik. Pemahaman ini dibagi menjadi 2 yaitu Anxiety dan Desire. Kedua hal ini berkaitan dengan hasrat atau keinginan pelanggan yang sulit mereka ungkapkan. Lalu bagaimana seorang marketer bisa memahami pelanggan yang seperti ini? Itu sebabnya seorang penjual perlu melakukan proses pertemuan atau komunikasi langsung dengan pelanggan mereka. Apa yang pelanggan sulit ungkapkan, tidak menutup kemungkinan akan kita ketahui saat mereka mengungkapkannya secara langsung. Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan membangun sebuah komunitas atau melakukan kegiatan rutin untuk mengkomunikasikan kebutuhan pelanggan terhadap bisnis kita.

Ini sangat penting bagi kita untuk bisa memahami apa yang pelanggan inginkan dan butuhkan, tetapi tidak terungkapkan. Maka dari itu jangan ragu untuk berkomunikasi langsung dengan pelanggan – pelanggan Anda. Saat ini sudah tidak sulit untuk melakukan hal ini. Anda bisa datang dan mengunjungi mereka secara langsung, melakukan komunikasi via telepon, mengirim sebuah email dan lain sebagainya.

Comments are closed.