Topan Tino Dekati Fiji, Warga Mulai Dievakuasi

Topan Tino diperkirakan akan menyambangi Fiji pada Jumat (17/1). Topan yang membawa curah hujan dan angin kencang itu secara bertahap bergerak dari Samudra Pasifik utara dan bergerak menuju pulau terbesar kedua di Fiji, Vanua Levu.

Badan Meteorologi Fiji memperkirakan topan Tino akan menyambangi pada Jumat (17/1). Sehari sebelumnya, Kamis (16/1) hujan disertai topan petir terjadi di Kepulauan Solomon dan Vanuatu menjauh ke arah timur.

Hingga Kamis malam waktu setempat, AccuWheater mencatat topan mulai berbelok ke arah tenggara dan terus menguat ketika mendekati Fiji menjadi kategori 2.

Pemerintah mengimbau warga untuk bersiap dievakuasi ke sejumlah titik. Sejumlah aktivitas pun mulai dihentikan sementara.

“Kami sudah memperingatkan warga untuk bersiap-siap, Menteri Pendidikan telah meliburkan sementara sekolah, pusat evakuasi juga sudah dibuka,” ujar Stephen Meke dari Badan Meteorologi kepada Radio New Zealand.

Mengutip AFP, angin berkekuatan 130 kilometer per jam diperkirakan akan berhembus disertai hujan lebat. Daerah dataran rendah diperkirakan akan ditempa banjir bandang.

Intensitas curah hujan pada Jumat diperkirakan mencapai 150-300 mm di sepanjang jalur topan. Sementara curah hujan mencapai 75-150 mm di sejumlah area yang berada di timur Fiji.

Memasuki akhir pekan, topan Tino diperkirakan akan bergerak ke arah Pulau Tonga.

Fiji Airways membatalkan sejumlah jadwal penerbangan menyusul perkiraan ‘serbuan’ topan Tino. Sejumlah penerbangan internasional dan domestik dibatalkan hingga kondisi normal.

Baru-baru ini setelah Natal, Fiji juga diterjang topan tropis Sarai hingga menewaskan dua orang dan lebih dari 2.500 orang mengungsi. Rumah, pohon, hingga pasokan listrik terganggu.

Comments are closed.