Trik Jitu Menguji Cash Flow Report

2678874_20140518125256Bestprofit Pekanbaru – Kas merupakan komponen harta perusahaan yang sangat krusial. Karena kas lebih diidentikkan dengan harta yang mudah dirupakan dalam bentuk lain misalnya untuk membeli aktiva tetap, membayar hutang, membeli persediaan, membayar karyawan dalam bentuk gaji, dll.

Dalam pengelolaannya pun kas harus mendapatkan perhatian ekstra mengingat betapa mudahnya kas dapat diselewengkan. Untuk itu dalam laporan keuangan perusahaan biasanya kas mendapat porsi sendiri setelah laporan Neraca dan laporan Laba rugi yaitu dalam bentuk laporan arus kas.

Laporan arus kas juga diperlukan karena kalau hanya laporan Neraca atau laba rugi yang ditampilkan akan masih ada pertanyaan yang muncul. Misalnya:

  1. Di laporan laba-rugi perusahaan melaporkan LABA yang TINGGI, tetapi ternyata SALDO KAS di Neraca kelihatan RENDAH. Yang artinya, perusahaan tidak akan mampu memenuhi kewajiban jangka pendeknya, gajian yang mestinya awal bulan diundur hingga tanggal 7, tidak bagi dividend, dll. atau
  2. Di laporan laba-rugi perusahaan melaporkan LABA yang RENDAH (bahkan mungkin rugi), tetapi SALDO KAS di Neraca kelihatan TINGGI. Yang artinya, perusahaan memiliki kas yang melimpah tetapi membukukan rugi. Hal ini sering menjadi tanda tanya bagi pemegang saham.

Dari pertanyaan – pertanyaan yang sering muncul itulah laporan arus kas dibuat dan diharapkan dapat memberikan informasi menyeluruh untuk rencana penerimaan kas yang berhubungan dengan rencana keuangan perusahaan dan transaksi yang menyebabkan perubahan kas serta menjadi dasar untuk menaksir kebutuhan dana untuk masa mendatang yang dapat memperkirakan jangka waktu pengembalian kredit. Selain itu laporan arus kas membantu manager untuk mengambil keputusan kebijakan financial dan untuk kreditur dapat melihat kemampuan perusahaan untuk membayar kredit yang diberikan kepadanya.

Beberapa langkah pada proses pembuatan cash flow report direct method yaitu:

 

  1. Mengeleminasi transaksi kas silang.
  2. Mengklasifikasikan transaksi ke dalam aktivitas operasi, investasi & pembiayaan dan,
  3. Menyusun laporan arus kas.

Pada tahap penyelesaian laporan, laporan arus kas akan dianggap valid apabila telah melalui beberapa pengujian. Berikut cara pengujian laporan arus kas:

1. Uji lap arus kas vs buku kas

Pertama Anda bandingkan antara Lap Arus Kas yang sudah jadi dengan Buku Kas. Gunakan persamaan di bawah ini:

Kenaikan kas bersih (pada lap arus kas) + saldo awal (pada buku kas)=saldo akhir (pada buku kas)

  • Jika persamaan di atas terpenuhi, maka laporan arus kas Anda TELAH SESUAI dengan sumber data yang digunakan, yakni buku kas. Artinya Anda bisa lanjutkan ke uji Tahap 2 di bawah.
  • Jika persamaan di atas tidak terpenuhi, maka laporan arus kas Anda BELUM SESUAI dengan sumber data yang digunakan. Artinya Anda harus ulangi proses pembuatan laporan arus kas.

2. Uji lap arus kas vs neraca

Laporan arus kas telah sesuai dengan sumber data (buku kas) bukan berarti laporan sudah pasti akurat, masih perlu melalui ujian tahap 2, yakni dibandingkan dengan neraca. Gunakan persamaan di bawah ini:

Kenaikan kas bersih (pada lap arus kas) + saldo awal (pada buku kas)=saldo akhir (pada neraca)

Sama persis dengan uji tahap pertama, bedanya hanya pada saldo akhir yang digunakan, yakni diambil dari Neraca.

  • Jika persamaan di atas terpenuhi, maka laporan arus kas Anda SUDAH SESUAI dengan sumber data (buku kas) dan SUDAH SINKRON dengan neraca. Bisa dibilang, laporan arus kas Anda SUDAH BENAR dan AKURAT
  • Jika persamaan di atas tidak terpenuhi, maka laporan arus kas Anda TELAH SESUAI dengan sumber data yang digunakan, namun BELUM SINKRON dengan Neraca. Artinya? Entah buku arus kasnya yang tidak lengkap (tidak akurat) atau neracanya yang salah. Tapi jangan khawatir, kemungkinan ini sangat kecil, karena saat proses penyusunan neraca sudah pasti saldo akhir yang digunakan adalah saldo akhir pada buku kas, kecuali buku kas sempat mengalami perubahan diantara tenggang waktu menyusun neraca dan laporan arus kas.

Comments are closed.