AS Tuduh Iran Asah Kemampuan Rudal lewat Peluncuran Satelit

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo menuduh Iran sengaja mengasah kemampuan rudal balistik lewat peluncuran satelit. Karena itu, Pompeo bersumpah akan memberikan tekanan lebih besar kepada Iran.

Iran, musuh nomor satu bagi pemerintahan Presiden Donald Trump itu pada hari Minggu mengumumkan telah berhasil meluncurkan satelit. Namun satelit bernama Zafar yang berarti “kemenangan” dalam bahasa Persia itu gagal mencapai orbit.

Pompeo mengatakan teknologi yang terlibat dalam peluncuran ruang angkasa hampir identik dengan pengetahuan untuk rudal balistik jarak jauh.

“Setiap peluncuran, apakah gagal atau tidak, akan membuat Iran mendapatkan pengalaman menggunakan teknologi yang menguntungkan program misil dengan kedok program luar angkasa,” kata Pompeo dalam sebuah pernyataan, Selasa (11/2) seperti dikutip dari AFP.

Menurut dia, Amerika Serikat akan terus menggalang dukungan di seluruh dunia untuk melawan aktivitas rudal balistik rezim Iran. “Dan kami akan terus memberikan tekanan besar pada rezim Iran untuk mengubah perilakunya,” kata Pompeo.

Tensi hubungan kedua negara memanas setelah pada 2018 AS di bawah komando Trump menarik diri secara sepihak dari perjanjian nuklir Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) dan kembali menerapkan sanksi atas Iran.

Serangan itu dikhawatirkan memicu perang terbuka antara AS dan Iran. Teheran bersumpah membalas kematian Soleimani dengan beberapa kali

Namun, hujan rudal dan roket itu meleset tanpa menyebabkan kerusakan berarti dan korban jiwa dari pihak AS. Terakhir kekhawatiran terjadi perang terbuka antara AS-Iran sedikit mereda setelah Presiden Donald Trump menyatakan mundur dari konflik.

Comments are closed.