Uraian WNI di China sampai Klaster Corona Pasar Thailand

Berbagai peristiwa menarik terjadi di berbagai belahan dunia pada Minggu (21/12). Mulai dari uraian WNI tentang kehidupan di China saat kasus Covid-19 menurun sampai klaster infeksi Covid-19 di pasar udang Thailand.

merangkum sejumlah kejadian tersebut dalam kilas internasional.

1. Cerita WNI di China, Kehidupan Warga dan Vaksinasi Covid

China disebut belum mewajibkan vaksinasi corona di negaranya. Berbeda dengan negara-negara di dunia termasuk Inggris dan Rusia yang sejak awal Desember mulai melakukan vaksinasi kepada warganya.

Hal itu diungkapkan oleh WNI bernama Lisa Christina yang saat ini bekerja dan menetap di Shanghai, China.

 

“Saat ini belum ada kewajiban atau panggilan untuk warga sini untuk divaksin. Mungkin karena (kasus Covid-19 di China) sudah under control,” kata Lisa

Senin (21/12).

“(Saya tanya) teman-teman profesi dokter, satu di Beijing dan satu di Shanghai, mereka juga belum divaksin walaupun pemerintah sini memfasilitasi vaksin gratis. Karena masih dalam tahap tes vaksinnya. Tapi tiap minggu (mereka) dites,” ujarnya.

Kendati tak mewajibkan vaksinasi, Lisa menuturkan kasus nasional virus corona di China sudah berada di bawah kendali dan orang-orang tidak lagi diwajibkan memakai masker.

Hanya saja penggunaan masker masih dianjurkan terutama saat memasuki fasilitas publik seperti bandara, stasiun kereta, dan saat menghadiri acara-acara besar.

“Masih pakai masker cuma kalau ke bandara, stasiun subway, gedung perkantoran, railway station, dan event-event besar. (Jika ke) mal dan restoran sih tidak perlu,” kata perempuan berusia 29 tahun itu.

“95 persen normal, di tempat umum pakai masker saja dan suka dilepas juga. Begitu masuk ke dalam kantor, tidak pakai masker juga tidak apa-apa. Tidak perlu pakai sarung tangan atau kaca pelindung wajah (face shield),” ujarnya.

2. Buntut Kunjungan ke FPI, Staf Kedubes Jerman Dipulangkan

Kementerian Luar Negeri RI menyebut Kedutaan Besar Jerman di Jakarta akan memulangkan staf diplomatiknya yang mendatangi markas Front Pembela Islam (FPI) di Petamburan, Kamis (17/12).

Hal tersebut diungkapkan Kepala Perwakilan Kedutaan Jerman di Jakarta saat dimintai klarifikasi oleh Kemlu.

“Kedubes Jerman menyampaikan bahwa staf diplomatik tersebut telah diminta kembali segera (ke Jerman) untuk mempertanggung-jawabkan tindakannya dan memberikan klarifikasi kepada pemerintahnya,” tulis Kemlu dalam situs resmi, Senin (21/12)

Selain meminta klarifikasi, Kemlu juga menyampaikan protes atas kunjungan staf Kedubes Jerman ke markas FPI.

Dalam pertemuan, Kepala Perwakilan Kedubes membenarkan keberadaan stafnya saat itu. Dia menyatakan keberadaan stafnya di markas FPI dilakukan atas inisiatif pribadi tanpa mendapatkan perintah atau sepengetahuan pimpinan Kedubes.

Atas kejadian itu, kepala perwakilan Kedubes telah menyampaikan permintaan maaf dan penyesalannya. Selain itu, dia juga menyangkal isi berbagai pernyataan yang disampaikan salah satu pimpinan FPI.

Dia juga menolak tegas kesan bahwa kedatangan stafnya ke Petamburan sebagai bentuk dukungan Jerman kepada FPI.

Sebagai wujud tanggung jawab dan memenuhi tuntutan Kemlu, pihak Kedubes telah memberikan pernyataan resmi kepada publik yang diposting di akun Twitter resmi Kedubes pada Senin (21/12).

Dalam pernyataan tersebut, Kedubes mengatakan mereka menentang segala upaya untuk menginstrumentalisasi kejadian demi tujuan politis.

“Kedutaan menghargai hubungan bilateral yang sangat baik dan kerja sama yang erat dengan Indonesia, dan sama sekali tidak mencampuri urusan internal Indonesia. Kami telah

berkomunikasi dengan otoritas Indonesia yang berwenang untuk perihal ini dan meyakini bahwa kasus dapat diperjelas untuk semua pihak,” bunyi pernyataan tersebut.

3. Klaster Baru di Pasar Udang, Thailand Tes Covid 40 Ribu Orang

Thailand melakukan tes virus corona terhadap 40 ribu orang menyusul munculnya klaster baru di pasar udang, di Provinsi Samut Sakhon.

Testing digelar mulai hari Minggu (20/12) waktu setempat.

“Ini baru tahap pertama,” kata Sekretaris Kementerian Kesehatan Thailand Kiattiphum Wongrajit dalam konferensi pers seperti dikutip dari CNN.

Kini pihak berwenang telah menutup pasar itu dan memasangkan kawat berduri.

Kementerian kesehatan Masyarakat Thailand mengatakan awalnya empat kasus dilaporkan di sana pada Jumat lalu. Jumlah itu terus melonjak hingga mencapai 689 kasus yang terkait dengan pasar itu pada Minggu.

Kiattiphum mengatakan hingga 40 ribu orang akan diuji di Samut Sakhon dan provinsi terdekat. Lebih dari 10 ribu tes akan digelar pada hari Rabu.

Pemerintah Thailand memutuskan memperpanjang pembatasan pergerakan dan memberlakukan lockdown di Provinsi Samut Sakhon.

Comments are closed.