Usai Naik Tajam, Kemana Arah Harga Emas?

Bestprofit Pekanbaru – Fluktuasi harga emas dikejutkan dengan lompatan cukup tinggi ke level US$ 1.314 per ounce setelah menguat US$ 41,40 atau 3,3 persen di divisi Comex New York Mercantile Exchange. Pada pembukaan pagi ini, harga emas bahkan sempat terdongkrak ke level 1.321 per ounce.

Head of Reseach and Analysis Divison PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, harga emas dapat terus menguat jika level support masih berada di kisaran US$ 1.306 per ounce. Dia mengungkapkan, harga emas dapat berpotensi menguat ke area US$ 1.329-US$ 1.331 per ounce selama kisaran support masih bertengger di level tersebut.

“Sementara pergerakan di bawah US$ 1.306 per ounce, membuka potensi pelemahan ke area support selanjutnya di kisaran US$ 1.297 per ounce,” ungkap Ariston seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, Jumat (20/6/2014).

Harga emas pada perdagangan pekan ini memang kembali menunjukkan sinarnya dengan mendobrak level di atas US$ 1.300 per ounce. Angka tersebut merupakan level tertinggi sejak 14 April lalu seperti dituntukkan data FactSet.

Sejauh ini, tingginya harga emas masih dipicu kekhawatiran pasar menghadapi rencana pengiriman 300 penasihat militer Amerika Serikat (AS) ke Irak serta sinyal Gubernur Bank Sentral AS (The Fed) Janet Yellen yang menunjukkan sinyal untuk tetap mempertahankan suku bunga acuannya di level rendah.

Dukungan penguatan dari pernyataan Bank Sentral AS diprediksi tidak akan berlangsung lama. Sementara konflik Irak diprediksi akan terus memicu sentimen lindung nilai pada harga emas.

Comments are closed.