Virus Corona, Sri Mulyani Tambah Insentif Bagi Pengusaha

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akan mengeluarkan insentif perpajakan bagi dunia usaha demi mengatasi tekanan wabah virus corona atau Covid-19 pada ekonomi dalam negeri. Saat ini, insentif masih terus dibahas di internal Kementerian Keuangan dan kementerian teknis di sektor riil.

Bendahara negara mengatakan pemerintah menyadari perlu memberi insentif  kepada industri. Pasalnya, infeksi virus corona dikhawatirkan akan mengurangi kemampuan industri dalam negeri untuk melaksanakan kewajiban pembayaran pajak mereka.

“Saat ini kami sedang melihat seluruhnya, performance kinerja perusahaan-perusahaan tersebut. Kami akan memberi ruang bagi industri agar bisa survive dalam kondisi seperti ini,” ungkap Sri Mulyani, Senin (2/3).

Sayangnya, mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu belum merinci apakah insentif perpajakan nantinya akan berbentuk penurunan tarif Pajak Penghasilan (PPh) badan bagi perusahaan, pelonggaran jadwal setoran pajak korporasi, atau percepatan pengembalian restitusi.

Sebelumnya, Sri Mulyani mengatakan untuk membantu industri yang tertekan penyebaran wabah virus corona, pemerintah juga akan memberikan kemudahan izin impor bahan baku industri kepada 500 perusahaan bereputasi baik. Industri tersebut antara lain, tekstil, plastik, dan bahan kimia.

“Kami lihat bahan baku dari sisi plastik, tekstil, alas kaki kemudian baja, dan bahan kimia itu pengaruh dari China sangat besar. Ini bahkan 20 persen sampai 30 persen, bahkan untuk industri tertentu bisa 50 persen bahan baku dari China,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga akan memberikan kebijakan ekonomi lain di sektor riil yang mampu meningkatkan kinerja industri nasional. Namun, kebijakan yang lebih rinci belum dipaparkannya.

“Nanti kami akan bersama Pak Menko (Perekonomian) akan melihat paket apa di sektor ekonomi riil untuk mendorong kegiatan produksinya, sehingga tidak terkena terlalu besar, dan kalau mereka sudah terkena, bagaimana memberikan ruang napas untuk mereka,” jelasnya.

Comments are closed.