Wall Street tak berkutik pasca harga minyak anjlok

minyak1-700x357BESTPROFIT PEKANBARU – Bursa AS ditutup di zona merah pada penutupan transaksi tadi malam (13/1). Mengutip data Bloomberg, pada pukul 16.00 waktu New York, indeks Standard & Poor’s 500 turun 0,8% menjadi 2.028,26. Sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,54% menjadi 17.640,84.Sektor energi anjlok 2,8% setelah harga minyak merosot ke bawah level terendah dalam 5,5 tahun di posisi US$ 46,07 per barel. Penurunan harga minyak terjadi setelah Goldman Sachs Group Inc meramal cadangan minyak dunia akan melonjak pada paruh pertama tahun ini. Kondisi itu sempat membuat harga minyak acuan AS tergerus hingga ke level US$ 41 per barel.

“Saat pergerakan harga minyak naik-turun sebesar 1%, maka tingkat ketidakpastian di luar sana sangat tinggi. Biasanya sinyal tersebut bukan sinyal sehat bagi pasar. Dengan masuknya musim rilis kinerja, pertanyaannya adalah seberapa besar penurunan pendapatan yang dialami perusahaan energy?” jelas Matt Maley, Equity Strategist Tabak & Co di Newton, Massacusetts.

Tidak hanya Goldman, Societe Generale SA juga memangkas prediksi harga minyak WTI mereka tahun ini menjadi US$ 51 per barel dari sebelumnya US$ 65 per barel.

Sementara itu, saham Alcoa Inc -perusahaan produsen aluminum terbesar AS- berhasil naik lebih dari 1%. Kenaikan saham Alcoa terjadi setelah emiten ini membukukan laba kuartal empat 2014 yang melampaui ekspektasi analis.

Pada pekan ini, sejumlah emiten yang juga akan merilis kinerja mereka adalah JPMorgan Chase & Co, Intel Corp, dan Citigroup Inc.

Sumber : http://investasi.kontan.co.id/news/wall-street-tak-berkutik-pasca-harga-minyak-anjlok

Comments are closed.